Rute Uji Coba Bandung Car Free Day, 25 April 2010
Hari tanpa kendaraan atau car free day kembali digelar di Kota Bandung. Rencananya program tersebut berlangsung pada tanggal 9 Mei 2010.
Pelaksanaan car free day ini merupakan kerja bareng Satlantas Polwiltabes Bandung, Pemkot Bandung dan dinas terkait lainnya. Program tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Kasatlantas Polwiltabes Bandung AKBP Prahoro Tri Wahyono mengatakan, rencananya kegiatan car free day ini akan dilaksanakan setiap hari Minggu.
“Kegiatannya setiap hari Minggu. Pelaksanaannya direncanakan pada Mei mendatang,” jelas Prahoro kepada wartawan, Minggu (18/4/2010).
Menurut Prahoro, waktu kegiatan car free day ini digelar mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. “Antara waktu yang ditentukan itu, nantinya motor dan mobil tidak diperbolehkan melintas di titik jalan berlangsungnya car free day,” ujarnya.
Prahoro menambahkan, jalan yang digunakan kegiatan tersebut, dapat dimanfaatkan warga Kota Bandung untuk melakukan aktivitas positif. “Warga bebas melaksanakan aktivitasnya di jalan tanpa harus khawatir tertabrak kendaraan,” terang Prahoro
Surat Edaran Walikota Bandung, Perihal Bandung Menabung Air 25 April 2010
Surat Edaran Walikota Bandung perihal Kerja Bakti Serentak Warga Kota Bandung, Bandung Menabung Air, 25 April 2010.
Bandung Menabung Air
Sekelompok warga Bandung yang tergabung dalam Forum Hijau Bandung dengan semangat dan niat baik ingin menjadikan Kota Bandung menjadi lebih lestari dan asri. Forum Hijau Bandung, Bapak Wawan Juanda dari Republik of Entertainment, BPLHD Propinsi Jawa Barat, BPLH Kota Bandung pada Rabu, 14 April 2010 mengadakan Rapat Koordinasi dengan Bapak Ayi Vivananda, wakil kota Bandung mewakili pemkot Bandung. Dalam pertemuan semi formal ini, Bapak Ayi Vivananda sangat antusias menyambut aspirasi warga. Keramahan dan kehangatan Ayi Vivananda sebagai sesama warga Bandung membuat rapat sangat berkesan.
Ayi Vivananda menyatakan, “Partisipasi warga seperti dalam kegiatan “Bandung Menabung Air” ini sangat penting dalam mewujudkan konsep Bandung sebagai Kota yang ramah lingkungan, dan Pemerintah Kota Bandung akan menfasilitasi aspirasi masyarakat yang positif”. Ayi Vivananda juga bercerita tentang memori masa lalu beliau ketika Bandung masih sejuk, asri, dan berbunga. Pada kesempatan yang sama beliau juga bercerita tentang visi dan cita-cita Kota Bandung di masa depan.
Ayi Vivananda juga mengajak partisipasi aktif warga, “Pilihan ada pada kita bersama, apa yang kita lakukan hari ini menentukan kondisi Bandung pada masa mendatang; tergantung pilihan dan tindakan kita hari ini” ujar beliau.
Sebuah niat yang baik warga yang seiring dengan kebijakan pemerintah. Mari bersama-sama berbuat untuk Bandung, untuk Bumi yang kita cintai ini.
Kami mengajak warga Kota Bandung untuk ikut serta dalam kegiatan “Bandung Menabung Air” yang akan dilakukan pada 25 April 2010. Tujuan kegiatan ini ialah mengajak segenap warga Kota Bandung untuk bersama-sama menambah sistem resapan air di wilayah kota Bandung, dilakukan dengan cara membuat lubang biopori, sumur resapan, membersihkan saluran drainase yang dilakukan di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari bumi dan dalam rangka mengurangi bencana banjir yang sering terjadi akhir-akhir ini di daerah kota Bandung, serentak akan dilakukan pada hari Minggu, 25 April 2010. Selain kegiatan “Bandung Menabung Air” – Kerja Bakti Serentak Warga Kota Bandung, juga akan dilakukan kegiatan Dago Walking Day dan Bandung Cycle Chic pada hari yang sama. Kegiatan usulan masyarakat ini difasilitasi dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat menghubungi Forum Hijau Bandung, blog ini, atau
Avip: Koordinator Kerja Bakti Serentak | 0815.7304.9944
Sano: Koordinator FHB | 0817.393.559 | forumhijaubandung@gmail.com
Untuk Semua, SELAMAT HARI BUMI..

MODUL SISTEM RESAPAN AIR HUJAN – Lubang Biopori
BIOPORI
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Biopori itu sendiri adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman.
Lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm. Untuk kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, kedalaman lubang tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang resapan kemudian diisi dengan sampah organik. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan biopori.

Manfaat Lubang Resapan Biopori (LRB) :
- Meningkatkan daya resapan air. Sebagai contoh suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diameter 10 cm, yang semula memiliki bidang resapan 78,5 cm2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, akan memiliki luas bidang resapan 3218 cm2 atau 1/3 m2.
- Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar. Sampah organik yang dimasukkan dalam lubang resapan biopori akan diuraikan mikroorganisme tanah menjadi kompos. Kompos dapat dipanen setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berbagai jenis tanaman.
- Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
- Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
- Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
- Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.
Sumber: www.biopori.com
Kriteria Lahan
Tempat yang dapat dibuat / dipasang lubang biopori resapan air :
1. Pada dasar saluran air hujan di sekitar rumah, kantor, sekolah, dsb.
Sumber: www.biopori.com
2. Di sekeliling pohon.
Sumber: www.biopori.com
3. Pada tanah kosong antar tanaman / batas tanaman.
Sumber: www.biopori.com
Teknis Pembuatan
Cara Pembuatan Lubang Biopori Resapan Air :
1. Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.
2. Mulut lubang dapat dikuatkan dengan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada anak kecil atau orang yang terperosok.
3. Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, pangkasan rumput, dsb.
4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.
Biaya Pembuatan
Biaya pembuatan biopori berpusat pada pembuatan lubang. Pembuatan lubang paling mudah dilakukan dengan bor tanah dengan kisaran harga Rp125.000-Rp300.000 yang dapat digunakan oleh puluhan orang dalam waktu lama.
Contoh:
Berikut gambar bor tanah yang disediakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk keperluan pembuatan lubang resapan biopori, dengan nama Bor Type L01 ini dijual dengan harga Rp175.000
Pemesanan (online) dapat dilakukan melalui email ke sekretariat@biopori.com atau SMS ke 0817225172
Sumber:
biopori.com
Brata & Nelistya, 2008
Laila Nurokhmah
Dino Fitriza
Modul ini dibuat dalam rangka Kegiatan Kerja Bakti Serentak – Bandung Menabung Air – Forum Hijau Bandung








































Recent Comments