Cerna Gambar dengan Kata-kata

MODUL SISTEM RESAPAN AIR HUJAN – Lubang Biopori

BIOPORI

Lubang resapan biopori adalah metode resapan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Biopori itu sendiri adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman.

Lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm. Untuk kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, kedalaman lubang tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang resapan kemudian diisi dengan sampah organik. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan biopori.

Tentang Biopori

Prinsip Pembuatan Biopori

Teknis pembuatan Lubang Biopori

Teknis pembuatan Lubang Biopori

Manfaat Lubang Resapan Biopori (LRB) :

  1. Meningkatkan daya resapan air. Sebagai contoh suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diameter 10 cm, yang semula memiliki bidang resapan 78,5 cm2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, akan memiliki luas bidang resapan 3218 cm2 atau 1/3 m2.
  2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar. Sampah organik yang dimasukkan dalam lubang resapan biopori akan diuraikan mikroorganisme tanah menjadi kompos. Kompos dapat dipanen setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berbagai jenis tanaman.
  3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
  4. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
  5. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
  6. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.

Manfaat Biopori

Manfaat Biopori

Sumber: http://www.biopori.com

Kriteria Lahan

Tempat yang dapat dibuat / dipasang lubang biopori resapan air :
1. Pada dasar saluran air hujan di sekitar rumah, kantor, sekolah, dsb.

Pembuatan Lubang Biopori

Sumber: http://www.biopori.com

2. Di sekeliling pohon.

Tempat Pembuatan Lubang Biopori

Tempat Pembuatan Lubang Biopori

Sumber: http://www.biopori.com

3. Pada tanah kosong antar tanaman / batas tanaman.

Tempat Pembuatan Lubang Biopori

Sumber: http://www.biopori.com

Teknis Pembuatan

Bor Type L01

Cara Pembuatan Lubang Biopori Resapan Air :

1. Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.

2. Mulut lubang dapat dikuatkan dengan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada anak kecil atau orang yang terperosok.

3. Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, pangkasan rumput, dsb.

4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.

5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

Biaya Pembuatan

Biaya pembuatan biopori berpusat pada pembuatan lubang. Pembuatan lubang paling mudah dilakukan dengan bor tanah dengan kisaran harga Rp125.000-Rp300.000 yang dapat digunakan oleh puluhan orang dalam waktu lama.

Contoh:

Berikut gambar bor tanah yang disediakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk keperluan pembuatan lubang resapan biopori, dengan nama Bor Type L01 ini dijual dengan harga Rp175.000
Pemesanan (online) dapat dilakukan melalui email ke sekretariat@biopori.com atau SMS ke 0817225172

Sumber:

biopori.com

Brata & Nelistya, 2008

Laila Nurokhmah

Dino Fitriza

Modul ini dibuat dalam rangka Kegiatan Kerja Bakti Serentak – Bandung Menabung AirForum Hijau Bandung

9 responses

  1. jono

    wah, manstab bang! saya baru tahu tentang hal ini.
    terima kasih sudah berbagi🙂
    *sudah menjenguk situs aslinya*
    implementatif, sederhana, tapi tidak pernah terlintas dalam benak saya..

    tapi saya ga kebayang, klo banjir gtu, sampahnya menggenang ke atas dong?

    April 20, 2010 at 1:14 pm

    • Iya Jon.. Sebenarnya cukup mudah diterapkan, bagusnya bikin biopori di dekat yang ada tanamannya.
      Mengenai menggenang ato nggak, seharusnya nggak ya.. Kan berat jenis Sampah lebih berat dari Air.. Tapi kalo banjirnya besar yang berarus, bisa jadi menggenang juga (karena biasanya banjir berarus biasanya ada gaya dorong ke atas.. makanya sampahnya bisa keangkat.. Jangankan sampah, mobil ama rumah aja bisa hanyut kan..). Ayo Jon, bikin lubang biopori bareng-bareng.

      April 20, 2010 at 7:45 pm

  2. pippi

    bagus banget ini kakak… mudah dan sederhana
    sedikit saran aja.. lebih bagus lagi kalau alatnya mudah didapat atau menggunakan peralatan standar yang ada di rumah-rumah, jadi bisa diaplikasikan langsung oleh masyarakat juga..
    selanjutnya setelah di buat biopori ini, siapa yang mengelola dan maintenance-nya?
    lalu produk kompos yang dihasilkan apakah dimaksudkan untuk penggunaan pribadi, atau ada lembaga yang bersedia membeli ?
    kalau di bagian atas lubangnya dipasang tutup jaring-jaring kawat gimana?maksudnya sih untuk mencegah sampah didalamnya mengambang ke atas kalau-kalau terjadi banjir besar, atau untuk biopori yang di pasang di saluran drainase (seperti salah satu gambar diatas)

    **just my opinion**thanks..

    April 22, 2010 at 9:49 am

    • Wah..makasih banget ni. Saran n pertanyaannya bagus.
      Intinya, jangan alat menghalangi niat bikin biopori. Yang penting itu prinsipnya adalah ada lubang yang dalamnya kurang lebih 1 meter, dan ada dikasih sampah yang cepat membusuk, agar sampah itu bisa terurai jadi kompos, n mikroba yg hidup dari kompos itu, bisa bikin lubang biopori di sekitar kompos tadi.. Jadi alat harusnya bukan hambatan, pake cangkul ato sekop juga bisa siy.
      Yang maintenance ya bagusnya yang bikin (warga) itu sendiri, sebenarnya skalanya bisa rumahan, klo punya rumah, bikin aja disekitar tanaman ato kebun di rumah. Hasil komposnya, mau dijual boleh, dipake lagi sendiri juga boleh..
      Iya, sebaiknya, lubang biopori itu ditandai dengan penanda atau ditutup dengan kawat supaya aman, maksudnya biar anak-anak atau orang yang lewat tidak terperosok ke lubang itu. Safety juga mesti diutamakan, jangan bikin juga di dekat yang orang banyak lalu lalang.. Bisi kejeblos lubang.🙂

      April 22, 2010 at 11:58 am

  3. Pingback: 2010 in review DinoLefty.wordpress.com « Dinolefty

  4. kakisehat

    kayaknya mantep kalo di bikin di selokan air neh,..tiap jarak 5 meter, dibikin 1 lubang,….tapi got kan bawahnya coran semen,…di bolongin dulu gitu yah ?

    January 21, 2011 at 3:52 pm

    • Biopori kan prinsipnya, lubangnya diisi sampah organik, supaya sampahnya menjadi kompos di lubang itu. Kalau dibikin di selokan air, nanti sampahnya bisa kebawa air mas. Jadi lubang biopori ga bisa dibuat di selokan.. Kalo di sekitar selokannya bisa-bisa aja.. Mudah-mudahan bisa menerangkan..

      January 22, 2011 at 1:56 am

  5. Pingback: Rancangan Usaha (Industri Penjualanan Alat Pembuatan Lubang Resapan Biopori di Kota Pekanbaru) | Save Our Nature For Our Future

  6. Naomi Sitorus

    haloo pa..salam kenal sy naomi mahasiswi Unpad Jatinangor..apakah sy bs minta kontak bapa unk diskusi ttg biopori..kebetulan penelitian sy berkaitan dgn biopori
    terimakasih pa

    July 3, 2013 at 10:57 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s