Cerna Gambar dengan Kata-kata

Perbaiki arah Kiblat Shalat pada 28 Mei

Terinspirasi dari berita TVOne hari ini, tentang Arah Kiblat. Saya melakukan riset singkat dan membuat rangkuman dalam tulisan berikut, mudah-mudahan bermanfaat.

Tanggal 28 Mei dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat shalat dengan cara yang sederhana, tanpa bantuan theodolit, GPS, atau google earth. Setiap tahun, pada suatu ketika Matahari akan persis melewati Ka’bah., Matahari akan berada tepat di atas Ka’bah sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 28 Mei pada pukul 12.18 waktu Arab Saudi atau 16.18 WIB dan 16 Juli pada pukul 12.27 waktu Arab Saudi atau 16.27 WIB (tahun kabisat pada 27 Mei dan 15 Juli). Tengah hari di Mekkah, artinya di Eropa masih pagi sedangkan di Indonesia sudah sore. Hal ini tentu sangat berguna bagi umat muslim sebagai umat yang ibadahnya sering menggunakan acuan pada perjalanan benda langit, misalnya shalat, puasa dan haji (Baca artikel “Muslim dan Navigasi Langit” di http://genghiskhun.com/muslim-navigasi-langit.html)
Peristiwa ini bisa dimanfaatkan oleh siapapun yang berkepentingan (misalnya pengurus masjid, atau di rumah) untuk melakukan koreksi arah kiblat.

Tengah hari tidak selalu terjadi pada pukul 12.00 ! ternyata waktunya berfluktuasi. Di Mekkah kadang terjadi pukul 12.05 Waktu Mekah, kadang sampai pukul 12.36 (Baca “Equation of time” di http://genghiskhun.com/perkiraan-arah-kiblat-tiap-hari-dengan-skema.html). Even Matahari melewati Ka’bah, terjadi pada:
– 28 Mei, tengah hari jam 12:18 waktu Mekah  = 16:18 WIB
– 16 Juli, tengah hari jam 12:27 waktu Mekah = 16:27 WIB

Posisi Geografik (Geographic Position) disingkat GP Matahari di sekitar Mekah pada 28 Mei dapat dilihat pada ilustrasi berikut :

Posisi Geografik Matahari di sekitar Mekah pada 28 Mei (sumber : http://genghiskhun.com )

Cara untuk menentukan arah kiblat pada tanggal 28 Mei atau 16 Juli

Sebuah tongkat diberdirikan secara tegak lurus di area yang terkena sinar Matahari. Bayangan akan jatuh ke arah yang berlawanan dengan sumber cahaya (matahari). Matahari akan tepat berada di atas Ka’bah (tepatnya kota Mekah), sehingga kebalikan arah bayangan merupakan arah kiblat.  Tempat lain di permukaan bumi yang saat itu masih pagi atau sore, bayangan matahari akan menjauhi arah Ka’bah (karena matahari di atas Ka’bah).

Hal ini dapat dipahami dari ilustrasi berikut :

Arah Bayangan Matahari ketika Tegak lurus dengan Ka'bah (sumber : Rukyatulhilal.org)

Penentuan Arah Kiblat dari Bayangan Matahari pada 28 Mei (sumber : geasy.wordpress.com)

Kita masih bisa menggunakan metode ini dalam batas toleransi 2 hari (sebelum dan sesudah hari yang ditentukan , yaitu tanggal 27-29 Mei) serta kurang lebih 5 menit sebelum dan sesudah  waktu  yang ditentukan.

Penjelasan hal tersebut dapat dilihat pada ilustrasi berikut :

Ilustrasi Geographic Position Matahari pada tanggal 26-30 Mei

Posisi matahari dua hari sebelumnya pada jam yang sama :

Geographic Position Matahari pada tanggal 26 Mei 2009 Pukul 16.18 WIB (sumber : http://genghiskhun.com )

GP Matahari tanggal 26 Mei pada saat tengah hari di Mekah. Piringan belum menyentuh Mekah, BELUM bisa dilakukan pengukuran.

Geographic Position Matahari pada tanggal 27 Mei 2009 Pukul 16.18 WIB (sumber : http://genghiskhun.com )

GP Matahari tanggal 27 Mei pada saat tengah hari di Mekah. Piringan sudah mencapai Ka’bah, BISA dilakukan pengukuran.

Pada tanggal 29 Mei dan 30 Mei :

Geographic Position Matahari pada tanggal 29 Mei 2009 Pukul 16.18 WIB (sumber : http://genghiskhun.com )

GP Matahari tanggal 29 Mei pada saat tengah hari di Mekah. Piringan masih di atas Ka’bah, BISA dilakukan pengukuran.

Geographic Position Matahari pada tanggal 29 Mei 2009 Pukul 16.18 WIB (sumber : http://genghiskhun.com )

GP Matahari tanggal 30 Mei pada saat tengah hari di Mekah. Piringan sudah diluar Mekah, TIDAK bisa dilakukan pengukuran.

Dapat disimpulkan, pengukuran arah kiblat bulan ini bisa dilakukan antara tanggal 27-29 Mei 2009 pukul 16.18 WIB.

Sebelum melakukan pengukuran, sebaiknya dilakukan kalibrasi terlebih dahulu jam tangan atau penunjuk waktu ke http://www.timeanddate.com/worldclock/

Daerah-daerah yang tidak bisa mengamati Matahari pada saat tersebut diatas, karena Matahari sudah tenggelam  tidak akan bisa menggunakan cara ini di tanggal tersebut. Namun tidak perlu khawatir karena ada waktu  lain yang bisa dimanfaatkan, yaitu tanggal 28 November pukul 00.09 waktu Arab Saudi atau 06.09 WIT dan 12 (atau 13) Januari pukul 00.29 waktu Arab Saudi atau 06.29 WIT. Di kedua waktu  ini, Matahari terletak di titik antipode, yaitu  titik yang berlawanan dengan koordinat Ka’bah.

Titik Mekah dan Antipode Mekah (ditandai dengan titik merah) (sumber : http://www.phys.uu.nl)

Apakah perlu membongkar mesjid jika ternyata arah Kiblat salah ?

Jika terjadi salah arah kiblat, tidak perlu membongkar mesjid atau musholla, cukup dengan membenarkan letak karpet dalam  masjid sehingga arahnya sesuai dengan arah kiblat.

Prof. Dr. Ali Mustafa Yaqub (Wakli Ketua Komisi Fatwa MUI) berkata:
“Dan di Indonesia, karena kita berada di sebelah timur Ka’bah, maka kiblat kita adalah menghadap ke barat, bukan menghadap ke Ka’bah. Maka kita sholat asal menghadap ke barat, sah solatnya.”

Abdul Kadir Karding (Ketua Komisi VIII DPR-RI) menegaskan bahwa munculnya perubahan arah kiblat bukan karena pergeseran lempeng bumi, namun karena adanya perhitungan ulang dengan alat bernama  theodolit dan satelit GPS yang lebih modern dan canggih, oleh beberapa intelektual muslim. Selama ini masyarakat muslim Indonesia berpatokan dalam menentukan kiblat dengan cara konvensional, sehingga perhitungan tersebut menjadi tidak begitu akurat. Lanjut Abdul Kadir, “Mestinya tidak berubah kiblatnya, jadi dia memang sejak  awal keliru atau kurang tepat di dalam membangun mesjid itu atau musholla atau langgar. Karena dulu sebagian besar masyarakat kita membangun mesjid, membangun langgar dan musholla itu kan pokoknya madep barat.”
Menurut Abdul Kadir perubahan akibat perhitungan ini perhitungan ini tidak hanya satu sampai delapan derajat, bahkan ada pula yang berubah sampai 24 derajat. Dari data yang dirilis oleh Bimas Islam, dari 193.000 mesjid di seluruh Indonesia, baru 18 mesjid yang sudah diperbaiki arah kiblatnya (hingga tahun 2009).

Pertentangan tentang arah kiblat tidak perlu menjadi perdebatan yang berkepanjangan. Tidak berarti juga sholat yang selama ini tidak mengarah ke kiblat (karena ketidak tahuan arah kiblat) menjadi tidak sah. Namun, dengan telah dibenarkannya arah kiblat diharapkan ibadah sholat menjadi lebih diterima Allah.

Baca juga :

http://www.timeanddate.com/worldclock

http://en.wikipedia.org/wiki/Geographic_Position
http://en.wikipedia.org/wiki/Equation_of_time

http://genghiskhun.com

http://www.tecepe.com.br/nav
http://earth.google.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/05/27/koreksi-arah-kiblat-setahun-sekali-matahari-di-atas-kabah/

http://duniaastronomi.com/2010/05/hari-koreksi-arah-kiblat/

http://pakar.blogsome.com/2007/05/29/koreksi-arah-qiblat/

http://genghiskhun.com/tubuh-tanpa-bayangan-bagian-2-mekkah-ketika-matahari-di-atas-kabah

http://geasy.wordpress.com/2008/05/22/koreksi-arah-kiblat/

9 responses

  1. greg

    Nice info. Tapi datanya tahun 2009?

    Yang menjadi pertanyaan, apakah posisi matahari pada 28 Mei 2010 sama dengan posisi matahari pada 28 Mei 2009?
    Setahu saya sih terjadi pergeseran waktu, karena waktu satu tahun itu tidak persis periode satu kali revolusi bumi memutari matahari (ada selisih sekitar 6jam). CMIIW, analogi yang sama terjadi pada perhitungan equinox bumi dan matahari
    http://en.wikipedia.org/wiki/Equinox

    May 29, 2010 at 8:17 am

    • Logika yang benar sekali greg, tapi untuk penyesuaian waktu, saya tidak nemu referensi tepatnya, yang jelas ga sampai 6 jam untuk penyesuaian.. (karena error 6 jam ini dikonversi di tahun Kabisat menjadi 29 hari di bulan Februari = 6 jam x 4 tahun = 24 jam = 1 hari (tiap 4 tahun akan ditambahkan 1 hari).
      Tapi dari keterangan yang di saya Tonton di TV One juga menyebutkan sekitar pukul 12.18 waktu Arab Saudi +- 5 menit masih bisa dipake sebagai patokan. Nanti saya cari lagi referensi tambahan ya. Ok ok..

      May 29, 2010 at 8:43 am

    • Mungkin bisa baca ini juga greg http://en.wikipedia.org/wiki/Equation_of_time..
      “The equation of time is the difference between apparent solar time and mean solar time, both taken at a given place (or at another place with the same geographical longitude) at the same real instant of time”.
      “Apparent time, and the sundial, can be ahead (fast) by as much as 16 min 33 s (around 3 November), or behind (slow) by as much as 14 min 6 s (around 12 February)”.
      minimum −14:15 11 February
      zero 00:00 15 April
      maximum +03:41 14 May
      zero 00:00 13 June
      minimum −06:30 26 July
      zero 00:00 1 September
      maximum +16:25 3 November
      zero 00:00 25 December

      Sekitaran tanggal 28 Mei kurang lebih perbedaannya antara 0 hingga 3 menit 41 detik.

      Atau sebaiknya tanyakan yang ahli astronomi untuk lebih jelas, maklum orang awam..🙂

      Tapi, tetap jangan terlalu takut salah dengan Kiblat, karena MUI sendiri menjamin, “di Indonesia, karena kita berada di sebelah timur Ka’bah, maka kiblat kita adalah menghadap ke barat, bukan menghadap ke Ka’bah. Maka kita sholat asal menghadap ke barat, sah solatnya”.
      Yang penting sholatnya sesuai ketentuan, dan niat yang benar.

      May 29, 2010 at 8:59 am

  2. greg

    pertanyaan saya sebenarnya terbit karena di awal artikel tidak dicantumkan tanggal 28 Mei tahun berapa..
    Klo si tv menggunakan referensi 28 Mei tahun ini, habis perkara. Tapi klo dia menyebutkan 28 Mei tahun lalu digunakan metode yg sama, maka pertanyaan saya sepertinya masih relevan.

    Hampir tidak ada hubungannya dengan kabisat, karena toh perbedaan ini terjadi setiap tahun (6 jam). Kalaupun dianggap terkoreksi oleh tahun kabisat, seingat saya tahun kabisat terakhir itu 2008, bukan 2010, jadi belum terjadi koreksi pada selisih waktu 2009 dengan 2010.

    Juga sepertinya tidak terlalu relevan dengan equation of time, karena 3 menit yang dihitung itu merupakan selisih antara waktu matahari yg sbnarnya dengan waktu steady clock pada suatu tempat, di waktu yang sama. Sedangkan yang menjadi pertanyaan di sini adalah perbandingan antara tahun ini dan tahun sebelumnya..

    Ngomong2 hari ini kita berdua sok2 jadi astronom ya..😛

    May 29, 2010 at 10:34 am

    • Iya ni… hehe.. Sebenarnya ga masalah besar juga siy, kalo mau dipersulit ya bakal sulit.. Sama kaya banyak orang yang ribut, menentukan 1 syawal buat idul fitri. Intinya, jangan sampai ribut karena masalah kaya gini dan malah melupakan esensi sebenarnya yaitu Shalatnya..
      Kurang lebih gini penjelasannya, waktu tengah hari di Mekah (yang diperkirakan kisaran 12.18 waktu setempat, ya boleh percaya boleh nggak.. Namanya waktu jam kan buatan manusia).. Untuk lebih tepatnya ya harus diamati langsung kan ketika waktu kejadian (dan ketika diamati itu ya informasi udah keburu telat dunk untuk disampaikan ke seluruh dunia..).
      Contoh kasus : “Waktu Shalat Magrib adalah saat matahari terbenam, misal pukul 17.50 WIB untuk daerah bandung sudah terdengar adzan magrib, tapi berdasarkan pengamatan ternyata matahari belum tenggelam, dan waktu tenggelam sebenarnya adalah 17.59 WIB..
      apakah kita akan ribut dengan menganggap shalat orang-orang yang duluan shalat (karena mau mengejar pahala shalat di awal waktu) tidak sah.. atau, akan mendemo masjid yang udah adzan duluan..? Atau mau protes ke pembuat jam, karena salah ?
      Jawabannya.. Saya rasa ga perlu lebay kaya gitu.. Karena ibadah itu memudahkan.. dan bukan “menggampangkan”. Untuk kasus yang di atas, berdasarkan yang saya ketahui dari pengajian yang pernah saya ikuti.. Shalat yang karena sudah mendengar adzan (di masjid daerahnya ya (bukan di TV)) dianggap sah kok..
      Begitu juga dengan kasus Kiblat ini, secara umum, MUI sudah menyatakan bahwa shalat yang menghadap ke Barat sudah sah (asal syarat sah sholat lainnya dipenuhi seperti menutupi aurat, niat, dll).
      Untuk yang ingin lebih pasti mungkin bisa menggunakan metode ini, untuk menit yang pasti jangan terlalu jadi penghalang.
      Satu hal lagi, jangan terlalu lebay misal karena mau benar-benar akurat tiap-tiap posisi shaf di mesjid diukur… atau, tiap ruangan di rumah diukur, dengan analisis bahwa perbedaan letak kamar di dalam rumah akan membedakan sudut bayangan, dll.

      May 29, 2010 at 11:32 am

    • Link lain yang mungkin perlu dibaca : http://www.mediamonitors.net/afzalkhan1.html
      “It is possible using the information in the almanac to find the exact Universal Time (UT) when this occurs on these dates (Muller, Spherical and Practical Astronomy as Applied to Geodesy, Frederick Ungar Publishing, New York, 1969). Universal time has a somewhat complicated definition, but is basically the time on the prime meridian running through Greenwich, England. The computation, although somewhat complicated, is straightforward.

      For May 28 the sun will be overhead at Mecca at 09:18 UT. Once one knows the time the sun is overhead in Mecca, one can calculate where in the sky the sun will appear for any place else on the earth where the sun is above the horizon. Again, this is a somewhat complicated, but straightforward, computation, and is explained in Muller, starting on page 29.

      For example, for Halifax, Nova Scotia, Canada, the sun will be 5 degrees above the horizon, and 22 degrees north of due east on May 28, at 9:18 UT. For most of North America the sun will not be above the horizon.”

      “One could define the direction towards Mecca from a given place as the direction towards the sun at the time the sun is directly above Mecca. One does not have to actually observe the sun to find the direction, as the direction can be calculated, as shown above. This only works for places where the sun is above the horizon at that time, and that covers only half of the earth. Thus if one were to adopt this method for finding the direction to Mecca, one would still have the problem of defining the direction for half of the earth.

      One can generalize the above method by using the concept of a great circle

      Mathematically, a great circle is the intersection of a plane that contains the center of the earth with the surface of the earth.”

      “The Qiblah for the people of the western countries is toward East, the Qiblah for the people of the eastern countries is toward West, the Qiblah for the people of the southern countries is toward North, and the Qiblah for the people of the northern countries is toward South.

      If one was absent from Mecca, he is to endeavor to determine the direction of al-Qiblah because he has a way of knowing it by the stars, sun, moon, mountains, and winds. For this, Allah said in Qur^an [and marks and by the stars they guide themselves.]”

      atau : http://www.timeanddate.com/worldclock/city.html?n=151

      “Sun near zenith at 12:18 PM at altitude 90° above horizon”

      Begitu penjelasannya Greg, jadi ini adalah fenomena astronomi dan sepertinya berulang.

      Untuk lebih jelas mungkin bisa googling dengan keywords, Sun Above Mecca, atau Sun Point to Qibla, Direction of Qibla, atau dalam bahasa Indonesia : matahari di atas Mekah..

      May 29, 2010 at 12:08 pm

  3. greg

    yang respon terakhir ga usah dicantumin aja da…
    tampak cari ribut😀
    maafkan..

    May 29, 2010 at 10:37 am

    • Hehe.. Gapapa Greg, senang bertukar pikiran dengan anda… Ga cari ribut kok..🙂. Ga ada yang salah kok greg, jadi ga perlu minta maaf (tapi kalo minta maaf ya dimaafkan).. hehe..

      May 29, 2010 at 11:34 am

  4. Anonymous

    lalu nagaimana kalau suda kita tahu kalau mesjid tidak menghap kiblat …contoh mesjid di negeri kami coba kunjungi >>> http://mahuapalirone.blogspot.com/2013/10/hakikat-arah-qiblat-mesjid-raya-di-buano.html… apa di biarkan begitu saja ???

    March 7, 2014 at 8:52 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s