Cerna Gambar dengan Kata-kata

50 Striker Terbaik Piala Dunia Dekade 2000’s (Urutan 20-11)

Piala Dunia selalu menghasilkan kejutan dan sejarah. Legenda sepakbola dunia, seperti Diego Maradona, Pele, Franz Beckenbauer bermain luar biasa di Piala Dunia. Oleh karena itulah, Dinolefty mencoba merangkum pemain-pemain terbaik dalam Piala Dunia satu dekade terakhir. Piala Dunia yang dimaksud adalah Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010.

Dinolefty telah merangkum 50 Striker terbaik dekade 2000′s, 50 pemain tengah terbaik dekade 2000′s, 50 pemain belakang terbaik dekade 2000′s, dan 50 Kiper terbaik dekade 2000′s. Pada postingan terdahulu, dinolefty telah memuat 50 striker terbaik dekade 2000′s urutan 50-41, urutan 40-31 dan urutan 30-21,  untuk melengkapi list inilah 50 striker terbaik dekade 2000′s  urutan 20-11.

20. Asamoah Gyan (Ghana) (Piala Dunia 2006 dan 2010)

 

Asamoah Gyan

 

Lahir pada 22 November 1985 (1985-11-22) (umur 24). Gyan bermain untuk timnas Ghana dari tahun 2003 hingga sekarang. Ia memiliki 44 caps timnas dengan 22 gol. Gyan merupakan pencetak gol termuda dalam sejarah Ghana ketika mencetak gol melawan Somalia pada usia 17 tahun 362 hari pada 19 November 2003. Pada 17 Juni 2010, Gyan juga menjadi pencetak gol tercepat dalam Piala Dunia 2006 ketika mencetak gol dalam 68 detik melawan Czech Republic. Gol ini juga merupakan gol pertama Ghana dalam putaran final Piala Dunia. Gyan membantu Ghana lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2010. Ia gagal mengeksekusi penalty pada menit terakhir perpanjangan waktu ketika melawan Uruguay pada perempat final. Jika saja penalty itu berhasil, maka Ghana akan menjadi tim Afrika pertama yang masuk ke Semi Final Piala Dunia. Gyan juga menjadi bagian tim Ghana yang menjadi runner up pada Africa Cup of Nations 2010. Gyan bermain 8 kali dengan mencetak 4 gol dan 1 assist, serta 1 kartu merah dan 2 kali gagal mengeksekusi penalty. Pada Piala Dunia 2006 bermain 3 kali mencetak 1 gol dan 1 assist serta 1 kartu merah. Piala Dunia 2010, bermain 5 kali mencetak 3 gol serta 2 kali Man of the Match, ketika melawan Serbia dan Australia.

Gyan saat ini bermain untuk Rennes, Prancis. Gyan juga pernah bermain di Udinese, Italia musim 2003-2008.

 

Oliver Neuville

 

19. Oliver Neuville (Jerman) (Piala Dunia 2002 dan 2006)

Lahir pada 1 Mei 1973 (1973-05-01) (umur 37). Neuville bermain untuk timnas Jerman dari tahun 1998 hingga 2008. Neuville memiliki 69 caps timnas dengan 10 gol. Neuville melakukan debut timnas di usia 25 tahun pada 2 September 1998 melawan Malta dalam sebuah pertandingan persahabatan. Neuville dikenal dengan kecepatan larinya. Neuville merupakan tandem Miroslav Klose pada Piala Dunia 2002. Selama Piala Dunia 2006, Neuville bermain 7 kali dan semuanya sebagai pemain pengganti. Neuville bermain 13 kali dan mencetak 2 gol selama Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2002, Ia bermain 6 kali mencetak 1 gol dan 1 assist. Pada Piala Dunia 2006, Ia bermain 7 kali, semuanya sebagai pemain pengganti, mencetak 1 gol dan 1 assit. Ia membantu Jerman menjadi Runner Up Piala Dunia 2002 dan peringkat ketiga Piala Dunia 2006.

Masa kejayaan Neuville adalah ketika bermain untuk Bayer Leverkusen dari 1999 hingga 2004. Ia bermain dalam 165 kali pertandingan di Bundesliga dan mencetak 42 gol untuk Bayer Leverkusen. Ia juga sempat bermain untuk Borussia Mönchengladbach dari tahun 2004 hingga 2010, bermain 151 kali dan mencetak 42 gol dalam pertandingan liga yang dimainkan Borussia Mönchengladbach.

18. Agustin Delgado (Ekuador) (Piala Dunia 2002 dan 2006)

 

Agustin Delgado

 

Lahir pada 23 December 1974 (1974-12-23) (umur 35). Delgado bermain untuk timnas Ekuador dari tahun 1994 hingga 2006. Ia memiliki 71 caps timnas dengan 31 gol. Delgado adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah timnas Ekuador. Ia dianggap sebagai pemain terbaik Ekuador sepanjang masa. Delgado juga membantu Ekuador lolos ke Piala Dunia pertama kalinya tahun 2002. Ia mencetak gol pertama sepanjang sejarah Ekuador di Piala Dunia pada tahun 2002. Ia dikenal sebagai striker yang kuat dan finisher yang baik dengan kedua kaki yang sama baiknya serta sundulan yang mematikan. Delgado bermain 6 kali di Piala Dunia mencetak 3 gol dan 2 assist serta 2 kali Man of the Match. Pada Piala Dunia 2002, Ia bermain 3 kali dengan 1 gol dan 1 assist. Pada Piala Dunia 2006, Ia bermain 3 kali dengan 2 gol 1 assist dan 2 kali Man of the Match.

Delgado pernah bermain di Southampton tahun 2001 hingga 2004, hanya tampil di 11 pertandingan liga. Delgado memaksakan bermain selama Piala Dunia 2002, akibatnya cedera yang didapatnya sebelum Piala Dunia 2002 menjadi semakin parah. Hal inilah yang menyebabkan karirnya di Southampton menjadi gagal. Delgado pernah bermain untuk Barcelona SC Ekuador, LDU Quito Ekuador dan Necaxa Meksiko.

 

Luis Suarez

 

17. Luis Suarez (Uruguay) (Piala Dunia 2010)

Lahir pada 24 Januari 1987 (1987-01-24) (umur 23). Suarez bermain untuk timnas Uruguay dari tahun 2007 hingga sekarang. Ia telah bermain 36 kali dengan mencetak 13 gol untuk timnas Uruguay. Suarez dikenal dengan teknik dan skill permainan yang hebat, serta drible dan tendangan yang akurat. Pada 2 Juli 2010 dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2010, Ia juga menjadi pemain yang controversial ketika Ia menahan bola di depan gawang dengan kedua tangannya pada menit terakhir perpanjangan waktu yang mengakibatkan Ia dikartumerahkan dan Ghana mendapatkan penalty. Namun, Asamoah Gyan gagal mengeksekusi penalty dan Uruguay menang adu penalty 4-2 dan melaju ke babak semifinal. Duarez bermain 6 kali selama Piala Dunia 2010. Ia mencetak 3 gol, 2 assist, 1 kartu merah dan 2 kali Man of the Match ketika melawan Meksiko dan Korea Selatan di babak 16 besar.

Suarez memulai karirnya di klub Nacional Uruguay musim 2005-2006, bermain 29 kali dan mencetak 12 gol. Ia pindah ke Groningen musim 2006-2007. Selanjutnya ia bermain untuk Ajax Amsterdam musim 2007-2008 hingga sekarang. Selama di Ajax Amsterdam ia telah bermain dalam 97 pertandingan liga dan mencetak 74 gol. Pada musim 2009-2010 ia terpilih menjadi Dutch Footballer of the Year, dan juga menjadi Eredivisie Top Scorer dengan mencetak 35 gol dalam 33 pertandingan di Liga dan total 49 gol dalam 48 pertandingan di semua kompetisi.

16. Carlos Tevez (Argentina) (Piala Dunia 2006 dan 2010)

 

Carlos Tevez

 

Lahir pada 5 Februari 1984 (1984-02-05) (umur 26). Tevez bermain untuk timnas Argentina dari tahun 2004 hingga sekarang. Tevez telah bermain 56 kali dengan mencetak 11 gol untuk timnas Argentina. Ia saat ini bermain di Manchester City. Sebelumnya, Tevez bermain di Boca Juniors, Corinthians, West Ham United dan Manchester United. Tevez dikenal sebagai pemain yang selalu ngotot bermain, selalu bekerja keras untuk kemenangan timnya. Tevez dijuluki El Apache. Nama panggilan lainnya adalah “Scarface”, nama ini didapatkan karena Ia memiliki bekas luka bakar di sekitar lehernya, mulai dari telinga kanan hingga ke lehernya. Luka ini didapatkannya ketika ia secara tidak sengaja tersiram air panas ketika Ia masih kanak-kanak. Tevez mulai dikenal ketika bermain di FIFA U-17 World Championship untuk timnas Argentina. Ia juga membawa Tim Olimpiade Argentina memenangkan Olimpyc Games 2004. Ia bermain 6 kali dan mencetak 8 gol, menjadi Top Skor pada Olimpyc Games 2004. Tevez bermain 8 kali dengan mencetak 3 gol, 1 assist dan 2 kali Man of the Match selama Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2006 Ia bermain 4 kali mencetak 1 gol, 1 assist dan 1 kali Man of the Match. Pada Piala Dunia 2010, Ia bermain  4 kali mencetak 2 gol dan 1 kali Man of the Match.

Tevez bergabung dengan Boca Juniors pada usia 16 tahun. Ia melakukan debut professionalnya pada 21 Oktober 2001 melawan Talleres de Córdoba. Bersama Boca Juniors, Ia memenangkan gelar Primera División Argentina Liga Apertura tahun 2003, Copa Libertadores tahun 2003, Copa Sudamericana tahun 2004 dan Intercontinental Cup tahun 2003. Ia bermain di Boca Juniors dari musim 2001-2002 hingga 2003-2004. Tevez juga sempat bermain di Manchester United musim 2007-2008 dan 2008-2009. Bersama Manchester United ia memenangkan gelar Premier League musim  2007–08, 2008–09, FA Community Shield tahun 2008, UEFA Champions League musim 2007–08, FIFA Club World Cup tahun 2008, Football League Cup (Piala Liga Inggris) musim 2008–09. Tevez juga mendapatkan penghargaan Copa Libertadores Most Valuable Player tahun 2003, Silver Olimpia (Argentine Footballer of the Year) tahun 2003, 2004; Golden Olimpia (Argentine Sportsperson of the Year) tahun 2004; CBF Campeonato Brasileiro Best Player tahun 2005; South American Footballer of the Year tahun 2003, 2004, 2005

 

Roque Santa Cruz

 

15.Roque Santa Cruz (Paraguay) (Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010)

Lahir pada 16 August 1981 (1981-08-16) (umur 29). Roque Santa Cruz bermain untuk timnas Paraguay dari tahun 1999 hingga sekarang. Ia telah bermain 75 kali dengan 21 gol untuk timnas Paraguay. Pada awal karirnya, Ia dianggap sebagai salah satu bakat terbaik di Paraguay, namun cedera berkepanjangan membuat karirnya sedikit terhambat. Saat ini, Santa Cruz bermain di klub Manchester City. Pada edisi FIFA World Cup 2006 majalah Kicker Jerman, memilih Santa Cruz sebagai pemain terseksi yang bermain dalam turnamen ini. Ia juga dipilih oleh Koran Jerman Die Welt sebagai pemain terseksi pada Piala Dunia 2006.

Santa Cruz melakukan debut timnas pada usia 17 tahun di Copa América tahun 1999. Santa Cruz bermain pada Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010. Ia bermain dalam semua pertandingan Paraguay di Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010. Selama Piala Dunia, Ia bermain 12 kali, mencetak 1 gol dan 2 assist. Piala Dunia 2002 bermain 4 kali mencetak 1 gol dan 1 assit. Pada Piala Dunia 2006, bermain 3 kali dengan 1 assist. Piala Dunia 2010, berhasil membawa Paraguay lolos ke babak 8 besar. Ia bermain 5 kali dengan 1 kali menjadi Man of the Match pada pertandingan melawan Selandia Baru di fase penyisihan grup.

Santa Cruz memulai karir di klub Olimpia, Paraguay. Ia mulai berlatih sejak usia 9 tahun. Pada usia 15 tahun, pelatih Luis Cubilla memasukkan Santa Cruz ke dalam tim utama. Debut profesionalnya terjadi pada 27 Juli 1998 pada pertandingan Paraguayan Super Clásico antara  Olimpia melawan Cerro Porteño. Ia berhasil membawa Olimpia menjadi juara liga Paraguayan Primera División tahun 1998, 1999. Ia juga memenangkan penghargaan Paraguayan Footballer of the Year. Bakat besar yang dimilikinya segera menarik perhatian beberapa klub besar Eropa. Ia akhirnya bergabung dengan Bayern Munich pada tahun 1999. Santa Cruz bermain di Bayern Munich dari tahun 1999 hingga 2007. Tampil dalam 155 pertandingan Bundesliga, mencetak 31 gol. Bersama Bayern Munich, Ia memenangkan gelar Bundesliga musim 1999–00, 2000–01, 2002–03, 2004–05, 2005–06,  DFB-Pokal tahun 2000, 2003, 2005, 2006, UEFA Champions League tahun 2001, FIFA Intercontinental Cup tahun  2001 dan DFB-Ligapokal tahun 2000, 2004. Cedera yang berkepanjangan membuat karirnya kurang berkembang, hingga akhirnya Ia dijual Bayern Munich ke Blackburn Rovers pada 28 Juli 2007.  Selanjutnya Manchester City membelinya pada 21 Juni 2009 dari Blackburn Rovers.

14. Hasan Sas (Turki) (Piala Dunia 2002)

 

Hasan Sas

 

Lahir pada 1 Agustus 1976 (1976-08-01) (umur 33). Sas bermain untuk timnas Turki dari tahun 1998 hingga 2006. Sas bermain 40 kali dengan 2 gol. Kedua gol ini dicetak pada Piala Dunia 2002. Sas dapat bermain sebagai pemain sayap kiri atau sayap kanan dan juga sebagai penyerang. Sas ikut membantu Turki menjadi juara ketiga Piala Dunia 2002. Pada turnamen ini ia terpilih sebagai salah satu anggota Tim of the Tournament bersama Ronaldo, Michael Ballack, Rivaldo dan beberapa nama lain. Sas bermain dalam 6 pertandingan Piala Dunia 2002, mencetak 2 gol dan 3 assist. Salah satu golnya dicetak ke gawang Brazil dalam pertandingan fase grup.

Sas mulai dikenal ketika bermain untuk Ankaragücü pada dari tahun 1995 hingga 1998. Pada tahun 1998, Ia dibeli Galatasaray. Ia sempat dihukum tidak boleh bermain 6 bulan karena terbukti positif menggunakan doping jenis Fenilpropanolamin. Musim terbaiknya adalah pada musim 1999-2000 ketika Ia membawa Galatasaray memenangkan UEFA Cup tahun 2000, gelar klub Eropa pertama kalinya dalam sejarah Turki. Ia juga membawa Galatasaray memenangkan Piala Super Eropa pada tahun 2000. Sas bermain untuk Galatasaray dari tahun 1998 hingga 2009. Bermain dalam 234 pertandingan liga dan mencetak 28 gol. Total ia bermain 274 kali dan mencetak 31 gol dalam semua kompetisi untuk Galatasaray.

 

Dirk Kuyt

 

13. Dirk Kuyt (Belanda) (Piala Dunia 2006 dan 2010)

Lahir pada 22 Juli 1980 (1980-07-22) (umur 30). Kuyt bermain untuk timnas Belanda dari tahun 2004 hingga sekarang. Kuyt bermain 70 kali untuk timnas Belanda dengan 16 gol. Kuyt bermain di tiga turnamen besar, yaitu : 2006 FIFA World Cup, UEFA Euro 2008 dan 2010 FIFA World Cup. Kuyt merupakan salah satu pemain yang dapat bermain di berbagai posisi. Posisi utamanya adalah striker, tapi ia juga dapat bermain sebagai sayap kanan atau gelandang menyerang. Saat ini Kuyt bermain di Liverpool. Kuyt bermain di Piala Dunia 2006 dan 2010. Ia berhasil membawa Belanda menjadi Runner-Up pada Piala Dunia 2010. Kuyt bermain 10 kali selama Piala Dunia dengan 1 gol dan 3 assist. Pada Piala Dunia 2006, Ia bermain 3 kali tanpa gol. Piala Dunia 2010, Kuyt bermain 7 kali dengan 1 gol dan 3 assist. Kuyt berperan besar dalam kesuksesan Belanda mencapai babak Final Piala Dunia 2010.

Kuyt memulai karir profesionalnya di FC Utrecht pada usia 18 tahun pada musim 1998-1999. Bersama FC Utrecht ia memenangkan Piala Belanda, KNVB Cup musim 2002–03. Ia bermain 160 kali dengan 51 gol untuk FC Utrecht di Liga Belanda, Eredivisie selama tahun 1998 hingga 2003. Pada musim 2003-2004, Kuyt pindah ke Feyenoord. Ia bermain 101 kali dengan 71 gol buat Feyenoord di Liga Belanda. Bersama Feyenoord ia menjadi Eredivisie Top Scorer tahun 2005 dengan 29 gol. Ia juga mendapatkan Dutch Golden Shoe, pemain terbaik Belanda tahun 2003 dan 2006. Pada 18 Agustus 2006, Kuyt pindah ke Liverpool. Hingga sekarang Kuyt telah bermain 143 kali di Premier League dengan mencetak 36 gol untuk Liverpool di Liga.     

12. Hernan Crespo (Argentina) (Piala Dunia 1998, 2002 dan 2006)

 

Hernan Crespo

 

Lahir pada 5 Juli 1975 (1975-07-05) (umur 35). Crespo bermain untuk timnas Argentina dari tahun 1995 hingga 2007. Ia bermain 63 kali dengan mencetak 35 gol untuk timnas Argentina. Ia melakukan debut timnas pada usia 19 tahun di bulan Februari 1995 melawan Bulgaria pada sebuah pertandingan persahabatan. Crespo telah memenangkan gelar medali perak Olympic Games, Copa Libertadores, English Premier League dan Scudetto Liga Italia. Sepanjang karirnya Crespo telah mencetak lebih dari 300 gol.

Ia dijuluki Valdanitokarena mirip striker Jorge Valdano. Ia juga dijuluki El Polaco atau The Pollack karena neneknya merupakan keturunan Polandia. Crespo bermain 8 kali dan mencetak 4 gol dan 1 assist di Piala Dunia. Pada Piala Dunia 1998 ia bermain satu kali tanpa gol. Pada Piala Dunia 2002, bermain 3 kali (semuanya sebagai pemain pengganti dan mencetak 1 gol ke gawang Swedia). Piala Dunia 2006, Ia bermain 4 kali, mencetak 3 gol dan 1 assist. Ia terpilih sebagai anggota FIFA World Cup 2006 All-Star Team. Ia juga mendapatkan World Cup Silver Boot tahun 2006 sebagai Runner Up Top Skor Piala Dunia.

Crespo memulai karir bersama River Plate tahun 1993 hingga 1996. Crespo banyak menghabiskan karirnya di Serie A. Ia pernah bermain untuk Parma, Lazio, Inter Milan, AC Milan, dan Genoa. Crespo juga sempat bermain di English Premier League bersama Chelsea. Gelar yang pernah dimenangkan oleh Crespo antara lain bersama River Plate memenangkan gelar Primera División Argentina tahun 1993 (Apertura), 1994 (Apertura), 1996 (Apertura), Copa Libertadores tahun 1996, UEFA Cup dan Coppa Italia tahun 1999 bersama Parma. Crespo memenangkan Italian Super Cup bersama 4 tim berbeda; tahun 1999 (bersama Parma) , 2000 (bersama Lazio), 2004 (bersama AC Milan) , 2006, 2008 (bersama Inter Milan), FA Community Shield tahun 2005 dan English Premier League musim 2005-2006 bersama Chelsea. Crepo juga memenangkan gelar Serie A tahun 2007, 2008, 2009 bersama Inter Milan.  Pada Olimpiade 1996 Crespo mendapatkan medali perak bersama Argentina. Ia juga menjadi Top skor dengan 6 gol. Runner-up FIFA Confederations Cup tahun 1995. Coppa Italia Capocannoniere tahun 1999 and 2007 masing-masing dengan 4 gol dalam  4 pertandingan,  dipilih dalam FIFA 100, Serie A top scorer musim 2000–01, dan Primera División Argentina top scorer tahun 1994 bersama River Plate.

 

Thierry Henry

 

11.Thierry Henry (Prancis) (Piala Dunia 1998, 2002, 2006 dan 2010)

Lahir pada 17 Agustus 1977 (umur 33). Henry bermain untuk timnas Prancis dari tahun 1997 hingga 2010. Ia telah bermain 123 kali dengan mencetak 51 gol untuk Prancis. Henry merupakan legenda timnas Prancis, legenda bagi Arsenal dan legenda bagi English Premier League. Henry dikenal dengan kecepatan, skill dan penyelesaian akhir kelas dunia. Henry menjadi pemain yang controversial ketika ia melakukan dua kali handsball sebelum memberikan assist kepada William Gallas dalam pertandingan Play Off Piala Dunia 2010 melawan Irlandia. Henry dapat bermain sebagai striker ataupun sebagai pemain sayap.

Henry menjadi salah satu bintang Prancis yang memenangkan Euro 2000. Henry bermain di empat Piala Dunia, 1998, 2002, 2006 dan 2010. Henry bermain 14 kali selama Piala Dunia. Pada Piala Dunia 1998 ia bermain 3 kali mencetak 3 gol dan membawa Prancis menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Ia menjadi Top Skor Prancis dalam Piala Dunia 1998. Pada Piala Dunia 2002, Henry gagal bersinar. Ia hanya bermain 2 kali tanpa gol dan satu kartu merah ketika melawan Uruguay. Prancis, juara bertahan tersingkir di fase grup. Pada Piala Dunia 2006, Henry bermain 7 kali mencetak 3 gol dan terpilih dalam FIFA World Cup All-Star Team. Ia membawa Prancis menjadi Runner Up sebelum dikalahkan Italia dalam adu penalty. Pada Piala Dunia 2010, Henry tidak menjadi pilihan utama. Ia hanya bermain 2 kali sebagai pemain pengganti tanpa mencetak gol.

Henry memulai karir profesionalnya di Monaco pada musim 1994-1995. Mulai diasah oleh Arsène Wenger yang kelak akan menjadi Manager Arsenal. Awalnya Henry bermain sebagai sayap kiri. Ia bermain 105 kali dengan mencetak 20 gol untuk Monaco. Bersama Monaco, Henry memenangkan gelar Ligue 1 musim 1996–97, dan French Super Cup tahun 1997. Ia juga terpilih menjadi Ligue 1 Young Player of the Year musim 1996–97. Ia sempat gagal bersinar di Juventus musim 1999-2000. Pada bulan Agustus 1999, Henry pindah ke Arsenal dengan biaya transfer £10 juta. Ia kembali bergabung dengan Arsène Wenger. Arsène Wenger menjadikan Henry sebagai seorang striker. Posisi yang menjadikannya salah satu Legenda hidup hingga saat ini. Henry bermain di Arsenal dari musim 1999-2000 hingga 2006-2007. Total Ia bermain 390 kali mencetak 226 gol di English Premier League, menjadikannya pencetak gol terbanyak dalam sejarah Arsenal. Bersama Arsenal, Ia memenangkan banyak gelar. Ia membawa Arsenal menjadi juara FA Premier League musim 2001–02, 2003–04; FA Cup tahun 2002, 2003, 2005; FA Community Shield tahun 2002, 2004. Penghargaan individu antara lain : PFA Players’ Player of the Year musim 2002–03, 2003–04; European Golden Boot tahun 2004, 2005; Premier League Golden Boot musim 2001–02, 2003–04, 2004–05, 2005–06; Onze d’Or tahun 2003, 2006; PFA Team of the Year tahun 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006; FWA Footballer Of The Year musim 2002–03, 2003–04, 2005–06; World XI Striker tahun 2006; UEFA Team of the Year tahun 2001, 2002, 2003, 2004, 2006; French Player of the Year tahun 2000, 2003, 2004, 2005, 2006; English Football Hall of Fame: 2008; anggota FIFA 100; Overseas Team of the Decade: Premier League 10 Seasons Awards (1992–93 to 2001–02).

Pada musim 2007-2008, Henry menyatakan keinginannya untuk memenangkan Champions League. Pada 25 Juni 2007, Henry ditransfer ke Barcelona seharga €24 juta. Ia bermain di Barcelona hingga musim 2009-2010. Ia bermain 80 kali dan mencetak 35 gol di La Liga. Bersama Barcelona, Henry memenangkan gelar La Liga musim 2008–09, 2009–10; Copa del Rey musim 2008–09; Supercopa de España tahun 2009; UEFA Champions League musim 2008–09; UEFA Super Cup tahun 2009; FIFA Club World Cup tahun 2009. Bersama timnas Prancis ia juga mendapatkan beberapa gelar utama, antara lain Juara FIFA World Cup tahun 1998; UEFA European Football Championship tahun 2000; FIFA Confederations Cup tahun 2003. Ia juga mendapatkan gelar UEFA Football Championship Team of the Tournament tahun 2000, Confederations Cup top goalscorer tahun 2003, Confederations Cup Golden Ball tahun 2003.

Karir Henry termasuk lengkap. Ia memenangkan Piala Dunia, Piala Eropa, Piala Konfederasi, Liga Champions Eropa, Piala Super Eropa, FIFA Club World Cup, Liga Inggris, Piala FA, Community Shield, La Liga, Copa del Ray, dan Piala Super Spanyol.(din)

Lihat juga :

50 Striker terbaik dekade 2000′s urutan 50-41.

50 Strker terbaik dekade 2000′s urutan 40-31.

50 Striker terbaik dekade 2000’s urutan 30-21.

One response

  1. mampir

    belum selesaiii…
    mana thierry henry-nyaaa~

    August 28, 2010 at 7:34 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s