Cerna Gambar dengan Kata-kata

CLIMATE SMART LEADER CAMP, AJANG MENJADI PEMIMPIN MUDA YANG PEDULI LINGKUNGAN

Climate Smart Leaders (CSL) adalah program yang ditujukan bagi generasi muda dengan usia 15–24 tahun yang memiliki aktivitas tinggi di daerah perkotaan. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran tentang pentingnya peran generasi muda untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung dan melakukan aksi nyata untuk menerapkan gaya hidup hijau (green lifestyle) sebagai salah satu strategi mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim.

Sebelum memasuki final, peserta  harus melewati proses interview mengenai kompentensi perilaku (planning & organizing, initiating action, building positive working relation/partnership, quality orientation/work standard, tenacity dan communication) dan projek (identifikasi masalah, inovasi, milestone project, practically – applicability, impact & sustainability) yang dilakukan oleh Dewan Juri Program Climate Smart-Leaders pada tanggal 1-6 Juni 2010 di UGM Yogyakarta untuk menentukan 24 finalis.

Setelah melalui seleksi yang ketat dari 222 aplikasi proposal yang masuk ke Sekretariat Climate Smart Leaders, 24 peserta berhasil masuk babak final dan mengikuti program Climate Smart Leaders CAMP atau CSL CAMP pada tanggal 4-9 Juli 2010 di Gelanggang Samudera Ancol, Jakarta.

Setelah mengikuti CSL Camp, peserta memiliki waktu 3 bulan untuk merealisasikan atau memperkuat proyek mereka. Tim CSL akan melakukan monitoring proyek sekaligus melakukan penilaian atas proyek yang sedang berlangsung. Setelah melalui proses penilaian, mereka dengan proyek terbaik akan memperoleh penghargaan Climate-Smart Leaders Award berupa dukungan dana. Penghargaan akan diberikan dengan kriteria penilaian berdasarkan proyek yang memiliki inisiatif terbaik (Most Innovative & Inspiring Climate-Smart Project), dampak paling berarti (Most Impact Made or Made Possible by Climate-Smart Project), dan diseminasi terluas (The Best Reach-Out Climate-Smart Project)

Kegiatan CSL Camp telah dilakukan pada 4-9 Juli 2010 yang lalu di Gelanggang Samudera Ancol. Kegiatan CSL Camp akan dilaksanakan di areal Samudra Camping Ground di Gelanggang Samudera Ancol. Dilahan seluas 0,7 hektar akan didirikan tenda dimana peserta CSL akan menginap. Dalam camp yang diselenggarakan dalam 6 hari tersebut, peserta akan dibekali ilmu yang sebagian akan diberikan dalam bentuk workshop dalam hal Kepemimpinan, Pembangunan Berkelanjutan, Project Management, Techno & Social Entrepreneurship. Selain berbagai workshop yang diberikan, peserta juga akan melakukan kegiatan fun bike, outbond dengan fasilitas Outbondholic Ancol Adventure Park serta kegiatan Treasure Hunt di Gelanggang Samudera Ancol.

 

Suasana CSL Camp

 

Peserta CSL Menanam Bibit Bakau

Peserta juga mengunjungi Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA).Di sini,  peserta CSL melakukan observasi tentang keanekaragaman hayati yaitu untuk species burung dan tanaman mangrove dibantu oleh teman-teman fasilitator dari Jakarta Green Monster (JGM).  Selanjutnya, peserta melakukan kunjungan ke Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWAAK). Di sini mereka mendapatkan kesempatan untuk menanam 80 bibit bakau sebagai cara untuk meng-offset emisi carbon yang telah mereka hasilkan dari proses perjalanan mereka dari tempat tinggal masing-masing ke lokasi pelatihan.

Peserta juga mendapatkan ilmu dari Yuyun Ismawati (Direktur Bali Fokus) dan Goris Mustaqim dalam sesi ”Meet The Kakaps”. Para pembicara ini menceritakan pengalam mereka sebagai social enterpreneur. Para peserta sangat terkesan dengan konsep social enterpreneurship yang memiliki tujuan utama memberdayakan masyarakat lokal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, peserta juga bertemu dengan Pandji Pragiwaksono, seorang tokoh muda yang selain aktif dalam dunia hiburan juga sering terlibat dalam banyak kegiatan sosial. Pandji berbagi pengalamannya dalam mempromosikan kegiatan sosialnya melalui social media. Ia menekankan perkembangan teknologi yang membuka akses pada banyak hal, dapat dijadikan media bagi peserta CSL untuk membangun jaringan, mempromosikan project serta menemukan orang-orang yang mempunyai minat yang sama dengan mereka.

 

Peserta CSL berfoto bersama Goris Mustaqim dan Yuyun Ismawati

 

 

Peserta CSL berfoto bersama Pandji Pragiwaksono

 

Peserta juga mendapatkan ilmu tentang project management dan technopreneurship. Sesi project management dipandu oleh tim Yayasan Indonesia Lebih Baik (YILB). Sementara sesi tentang technopreneurship ini dipandu oleh Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek). Di sesi ini peserta dibekali ilmu tentang pentingnya melakukan inovasi untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat.

 

Profesor Emil Salim membagi ilmu dan pengalaman kepada peserta CSL

 

Pada hari Jumat (9 Juli 2010) peserta menghadapi proses penjurian. Peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan project mereka dihadapan dewan juri. Untuk kategori I (usia 15-18 tahun) Dewan Juri adalah Prof. Ani Mardiastuti (IPB) dan Brigitta Isworo Laksmi (Harian Kompas). Sementara Dewan Juri untuk Kategori II (usia 19-24 tahun) adalah Dr. Asclepias Rachmi (Indonesian Institute for Energy Economy) dan Sandiaga Uno (yang diwakili oleh Andy Pradjaputra dari Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia). Acara juga dihadiri oleh Prof. Emil Salim (Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI / Ketua Dewan Pembina YPB) hadir untuk melihat dan memberikan masukan bagi project para peserta. Pak Emil Salim juga sempat memberikan sedikit wejangan kepada para peserta bahwa dengan semangat dan inovasi yang telah dihasilkan oleh para peserta CSL beliau positif bahwa Indonesia akan maju dan para peserta dapat mengguncangkan dunia dengan dampak positif yang mereka berikan.

Malam harinya acara ditutup dengan malam penutupan CSL Camp yang juga dihadiri oleh Ibu Darwina Widjajanti, Direktur Eksekutif Yayasan Pambangunan Berkelanjutan. Para peserta merasa bersyukur telah mendapatkan pengalaman yang berharga dan sebuah keluarga baru. Mereka semakin bersemangat untuk mengembangkan dan mengimplementasikan project-project mereka dengan bekal ilmu yang didapat di CSL Camp.

 

Ibu Darwina Widjajanti menutup CSL Camp

 

 

Kegiatan CSL ini merupakan kegiatan yang digagas Yayasan Pembangunan Berkelanjutan bekerja sama dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek), Dewan Nasional Perubahan Iklim didukung oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., Harian Kompas, Ancol Taman Impian, British Council Indonesia, CEE (Center for Environmental Education), Greeneration Indonesia, The Climate Project Indonesia dan Green Radio FM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s