Cerna Gambar dengan Kata-kata

50 Pemain Tengah Terbaik Piala Dunia Dekade 2000’s (Urutan 30-21)

Piala Dunia selalu menghasilkan kejutan dan sejarah. Legenda sepakbola dunia, seperti Diego Maradona, Pele, Franz Beckenbauer bermain luar biasa di Piala Dunia. Oleh karena itulah, Dinolefty mencoba merangkum pemain-pemain terbaik dalam Piala Dunia satu dekade terakhir. Piala Dunia yang dimaksud adalah Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010.

Dinolefty telah merangkum 50 Striker terbaik dekade 2000′s, 50 pemain tengah terbaik dekade 2000′s, 50 pemain belakang terbaik dekade 2000′s, dan 50 Kiper terbaik dekade 2000′s. Pada postingan sebelumnya telah ditampilkan pemain tengah terbaik Piala Dunia dekade 2000’s urutan 50-41 dan 40-31. Dinolefty kali ini akan menampilkan pemain tengah terbaik Piala Dunia dekade 2000′s urutan 30 hingga 21. Berikut adalah pemain-pemain tengah terbaik Piala Dunia dekade 2000′s tersebut.

30. Gennaro Gattuso (Italia) (Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010)

 

Gennaro Gattuso

Lahir pada 9 Januari 1978 (1978-01-09) (umur 32). Gattuso bermain untuk timnas Italia dari tahun 2000 hingga 2010. Ia telah bermain 73 kali dan mencetak 1 gol untuk timnas Italia. Gattuso saat ini bermain untuk klub AC Milan. Gattuso biasanya bermain sebagai gelandang bertahan atau gelandang tengah yang memiliki mobilitas dan agresifitas tinggi. Gattuso dapat terus berlari, bertahan dan menyerang sama baiknya. Ia dikenal memiliki stamina prima dan determinasi tinggi.

Gattuso membela Italia di turnamen Olympiade 2000, 2002 World Cup, Euro 2004, 2006 World Cup, Euro 2008, 2009 Confederations Cup dan 2010 World Cup. Gattuso selalu menjadi pilihan dalam turnamen-turnamen besar yang diikuti Italia dalam satu dekade terakhir. Ia memulai debut timnas pada tahun 2000. Gattuso mencetak satu-satunya gol untuk timnas pada tanggal 15 November 2000, ketika berhadapan berhadapan dengan Inggris. Gattuso bermain 9 kali di tiga Piala Dunia, Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010. Pada Piala Dunia 2002, Ia hanya bermain 2 kali sebagai pemain pengganti. Piala Dunia 2006, Gattuso bermain 6 kali. Ia berhasil membawa Italia menjadi Juara Piala Dunia. Kerjasama Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo dan Simone Perrotta di lapangan tengah Italia, menjadi kunci kemenangan Italia di Piala Dunia 2006. Gattuso terpilih sebagai Man of the Match ketika Italia mengalahkan Ukraina di babak perempat final. Gattuso juga terpilih sebagai anggota team of the tournament pada Piala Dunia 2006. Piala Dunia 2010, Gattuso hanya bermain sekali sebagai pemain pengganti di pertandingan Italia melawan Slowakia.

Gattuso memulai karir profesional di klub Perugia pada musim 1995-1996. Gattuso lalu ditransfer ke klub Glasgow Rangers pada bulan Juli 1997. Tidak bertahan lama di Glasgow Rangers, Gattuso dibeli Salernitana pada bulan Oktober 1998 seharga 4 juta poundsterling. AC Milan lalu membeli Gattuso pada musim 1999-2000 seharga 8 juta Poundsterling. Ia masih bertahan di Milan hingga sekarang.

Gattuso memenangkan beberapa gelar juara selama karirnya. Gattuso bersama AC Milan menjuarai Serie A musim 2003–04Coppa Italia musim 2002–03; Supercoppa Italiana tahun 2004; UEFA Champions League musim 2002–03 dan 2006–07; UEFA Super Cup tahun 2003 dan 2007; FIFA Club World Cup tahun 2007.

Gattuso juga berhasil membawa Italia menjuarai FIFA World Cup tahun 2006; UEFA Under-21 European Championship tahun 2000. Gattuso juga terpilih dalam 2006 World Cup Team of the Tournament.

29. Umit Davala (Turki) (Piala Dunia 2002)

 

Umit Davala

Lahir pada 30 Juli 1973 (1973-07-30) (umur 37). Umit bermain untuk timnas Turki dari tahun 1996 hingga 2004. Ia bermain 41 kali dan mencetak 4 gol untuk timnas Turki. Davala telah pensiun sebagai pemain sepakbola. Saat ini, ia merupakan seorang pelatih sepakbola. Pekerjaan terakhirnya adalah assistant manager di klub Galatasaray pada tahun 2008. Umit juga pernah melatih timnas Turki U-21. Umit Davala dapat bermain sebagai Bek Kanan atau sayap kanan.

Davala merupakan anggota timnas Turki yang menjadi juara ketiga Piala Dunia 2002. Umit merupakan anggota timnas Turki di Euro 2000 dan 2002 FIFA World Cup. Davala bermain 7 kali dan mencetak 2 gol serta 1 assit selama Piala Dunia 2002. Ia mencetak gol ke gawang China pada babak penyisihan grup dan ke gawang Jepang di babak 16 besar. Davala dikenal dengan gaya rambut Mohawk-nya selama Piala Dunia 2002.

Umit Davala memulai karir dengan bermain di beberapa klub kecil seperti VfR Mannheim, ASV Feudenheim, Türkspor Mannheim, Afyonspor, Genclerbirligi, Diyarbakırspor dan Istanbulspor AS. Ia lalu bergabung dengan Galatasaray pada musim 1996-1997. Umit Davala mencapai kesuksesan di klub Galatasaray. Davala juga sempat bermain di klub AC Milan, Inter Milan dan Werder Bremen.

Umit Davala memenangkan beberapa gelar juara bersama Galatasaray dan Werder Bremen. Ia bersama Galatasaray menjuarai Liga Turki, Süper Lig musim 1996–97, 1997–98, 1998–99, 1999–2000; Turkish Cup tahun 1996, 1999, 2000; UEFA Cup musim 1999–2000UEFA Super Cup tahun 2000. Ia juga membawa Werder Bremen menjuarai Liga Jerman, Fußball-Bundesliga musim 2003–2004 dan German Cup tahun 2004.

28. Yoo Sang Chul (Korea Selatan) (Piala Dunia 1998 dan 2002)

 

Yoo Sang Chul

Lahir pada 18 Oktober 1971 (1971-10-18) (umur 39). Yoo Sang Chul bermain untuk timnas Korea Selatan dari tahun 1994 hingga 2005. Ia telah bermain 123 kali dan mencetak 18 gol untuk timnas Korea Selatan. Saat ini, Yoo Sang Chul telah pensiun sebagai pemain sepakbola. Ia dikenal sebagai pemain serba bisa dengan kemampuan sundulan yang baik. Ia dapat bermain sebagai pemain bertahan atau pemain tengah. Namun, posisi terbaik Yoo Sang Chul adalah pemain tengah. Ia dikenal memiliki visi permainan yang baik. Ia dianggap sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di Korea Selatan selama satu dekade terakhir. Kemampuan yang luar biasa ini membuatnya bertahan di timnas Korea Selatan hingga dapat bermain untuk timnas mencapai 123 kali.

Yoo Sang Chul memulai debut timnas pada 5 Maret 1994 melawan Amerika Serikat. Ia bermain di Piala Dunia 1998 dan 2002. Yoo juga membela timnas Korea Selatan di Olimpiade 2004. Yoo Sang Chul bermain 10 kali, mencetak 2 gol dan 1 assist di Piala Dunia. Pada Piala Dunia 1998, Ia bermain 3 kali dan mencetak 1 gol ke gawang Belgia. Piala Dunia 2002, Yoo Sang Chul bermain 7 kali, mencetak 1 gol ke gawang Polandia dan 1 assist. Ia berhasil membawa Korea Selatan mencapai semi final. Pencapaian tertinggi sepanjang keikutsertan Korea Selatan di Piala Dunia. Yoo Sang Chul juga terpilih sebagai salah satu anggota Team of the Tournament Piala Dunia 2002.

Yoo Sang Chul memulai karir di klub Konkuk University. Ia lalu pindah ke klub Ulsan Hyundai Horang-i untuk memulai karir profesionalnya. Sang Chul sempat diminati oleh Klub Barcelona setelah penampilan memukaunya selama Piala Dunia 1998. Ia juga pernah bermain untuk klub Yokohama F. Marinos dan Kashiwa Reysol di Liga Jepang.

27. Maniche (Portugal) (Piala Dunia 2006)

 

Maniche

Lahir pada 11 November 1977 (1977-11-11) (umur 32). Maniche bermain untuk timnas Portugal dari tahun 2003 hingga sekarang. Ia telah bermain 53 kali dan mencetak 7 gol untuk timnas Portugal. Maniche saat ini bermain di klub Sporting Clube de Portugal. Maniche dikenal sebagai gelandang tengah yang memiliki stamina prima, teamwork dan tendangan jarak jauh yang akurat. Maniche menjadi satu-satunya pemain yang bermain di tiga klub utama Portugal yaitu Benfica, Porto dan Sporting CP; yang juga bermain di 4 liga Utama Eropa (Inggris – Chelsea, Spanyol – Atlético Madrid , Italia – Inter Milan dan Jerman – Köln).

Maniche memulai debut timnas pada tahun 2003, saat Ia berusia 25 tahun. Maniche juga bermain di Euro 2004 dan Piala Dunia 2006. Maniche bermain 7 kali di Piala Dunia 2006. Ia mencetak 2 gol di Piala Dunia 2006. Maniche juga terpilih satu kali sebagai Man of the Match. Maniche juga terpilih sebagai salah satu anggota Team of the Tournament Piala Dunia 2006. Maniche berhasil membawa Portugal mencapai semifinal Piala Dunia 2006. Ia juga berhasil membawa Portugal menjadi finalis Piala Eropa 2004.

Maniche mulai berlatih sepakbola di klub Benfica Junior. Maniche sempat bermain di klub F.C. Alverca, anggota Divisi 2 Liga Portugal. Maniche lalu pindah ke Benfica pada musim 1999-2000. José Mourinho, membeli Maniche ke klub F.C. Porto pada musim 2002-2003. Ia mencapai kesuksesan bersama FC Porto bersama Jose Mourinho. Maniche juga sempat bermain untuk klub Dynamo Moscow, Chelsea, Atlético Madrid, Inter Milan, Köln serta yang terakhir di klub Sporting CP.

Maniche memenangkan beberapa gelar juara bersama klub yang dibelanya. Maniche bersama klub Porto menjuarai UEFA Cup musim 2002–03; UEFA Champions League musim 2003–04; Intercontinental Cup tahun 2004; Liga Portugal Portuguese Liga musim 2002–03, 2003–04; Taça de Portugal musim 2002–03; Supertaça Cândido de Oliveira tahun 2003 dan 2004. Ia juga menjuarai Liga Inggris, Premier League musim 2005–06 bersama klub Chelsea. Maniche juga menjuarai Serie A musim 2007–08 bersama Inter Milan.

26. Gerrardo Torrado (Mexico) (Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010)

 

Gerrardo Torrado

Lahir pada 30 April 1979(1979-04-30) (umur 31). Torrado bermain untuk timnas Meksiko dari tahun 1999 hingga sekarang. Ia telah bermain 120 kali mencetak 6 gol untuk timnas Meksiko. Torrado dijuluki “El Borrego” atau “The Sheep” atau “si Domba”. Ini dikarenakan bentuk rambutnya yang keriting seperti domba. Torrado bermain sebagai gelandang bertahan dengan work rate dan stamina yang prima. Torrado juga memiliki tackling yang keras. Ia juga dikenal sebagai pemain dengan kemampuan passing yang baik.

Gerrardo Torrado memulai debut timnas pada tahun 1999 melawan Argentina pada sebuah pertandingan persahabatan. Torrado telah bermain untuk Meksiko dalam hampir semua turnamen yang diikuti Meksiko. Torrado telah menjadi simbol di timnas Meksiko. Gerrardo Torrado bersama Rafael Marquez menjadi dua pemain yang bermain untuk timnas Meksiko di tiga Piala Dunia terakhir. Torrado bermain 11 kali di Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010. Ia mencetak 1 gol dan 1 assist selama Piala Dunia yang diikutinya. Piala Dunia 2002, Torrado bermain 4 kali. Torrado mencetak 1 gol ke gawang Ekuador di babak penyisihan grup. Meksiko tersingkir di babak 16 besar dikalahkan Amerika Serikat. Piala Dunia 2006, Torrado hanya bermain 3 kali. Ia membawa Meksiko kembali ke babak 16 besar sebelum dikalahkan Argentina. Piala Dunia 2010, kembali Gerrardo Torrado bermain 4 kali dan membuat 1 assist selama turnamen. Namun, lagi-lagi Meksiko tersingkir di babak 16 besar dikalahkan Argentina.

Gerrardo Torrado memulai karir di klub UNAM Pumas pada musim 1997-1998. Musim 2000-2001, Ia bermain ke klub CD Tenerife, Spanyol. Torrado juga sempat bermain di klub Poli Ejido, Sevilla dan Racing Santander sebelum kembali ke Liga Meksiko bermain untuk klub Cruz Azul, musim 2005-2006 hingga sekarang. Torrado telah bermain 173 kali dan mencetak 11 gol untuk Cruz Azul di Liga Meksiko.

Gerrardo Torrado menjuarai beberapa turnamen bersama timnas Meksiko antara lain, Juara FIFA Confederations Cup tahun 1999; CONCACAF Gold Cup tahun 2003, 2009. Gerrardo Torrado juga terpilih beberapa kali sebagai pemain gelandang bertahan terbaik (Best Defensive Midfielder) pada kompetisi : Primera División de México Clausura 2005; Primera División de México Clausura 2008; Primera División de México Apertura 2008; Primera División de México Apertura 2009

25. Ahn Jung Hwan (Korea Selatan) (Piala Dunia 2002 dan 2006)

 

Ahn Jung Hwan

Lahir pada 27 Januari 1976 (1976-01-27) (umur 34). Ahn Jung Hwan bermain untuk timnas Korea Selatan dari tahun 1997 hingga 2008. Ahn Jung Hwan telah bermain 71 kali dan mencetak 17 gol untuk timnas Korea Selatan. Ia saat ini bermain untuk klub Dalian Shide, di Liga China. Ahn Jung Hwan biasa bermain sebagai scond Striker atau gelandang menyerang. Ahn Jung Hwan dikenal ketika ia mencetak golden goal ke gawang Italia pada babak 16 besar Piala Dunia 2002.

Ahn Jung Hwan melakukan debut timnas pada tahun 1997. Ahn bermain 10 kali mencetak 3 gol dan 1 assist di Piala Dunia. Ia bermain di Piala Dunia 2002 dan 2006. Ia juga dipanggil ke Piala Dunia 2010, namun Ahn Jung Hwan tidak bermain. Piala Dunia 2002, Ahn Jung Hwan bermain 7 kali mencetak 2 gol dan 1 assist selama turnamen. Ia berhasil membawa Korea Selatan mencapai semifinal Piala Dunia. Ahn Jung Hwan mencetak 1 golden goal ke gawang Italia pada babak 16 besar. Ia juga mencetak 1 gol ke gawang Amerika Serikat pada babak penyisihan grup. Piala Dunia 2006. Ahn Jung Hwan bermain 3 kali, mencetak 1 gol ke gawang Togo. Ia gagal membawa Korea Selatan lolos dari penyisihan grup.

Ahn Jung Hwan memulai debut professional pada liga Korea bersama klub Busan Daewoo Royals tahun 1998. Ia lalu pindah ke klub A.C Perugia, Italia. Setelah mencetak gol ke gawang Italia di babak 16 besar Piala Dunia, Ahn merasa karirnya di Italia menjadi tidak kondusif. Ia lalu pindah ke klub Shimizu S-Pulse, Liga Jepang tahun 2002, setelah Piala Dunia 2002. Ia lalu pindah ke klub Yokohama F. Marinos tahun 2004. Ahn Jung Hwan juga pernah bermain di Klub Metz, Prancis; MSV Duisburg, Jerman; Suwon Bluewings dan Busan I’Park di Korea Selatan. Ia terakhir bermain di Liga China bersama klub Dalian Shide.

Ahn Jung Hwan mendapatkan beberapa penghargaan antara lain K-League player of the year tahun 1999, K-League’s best eleven tahun 1998 dan 1999; nominasi AFC footballer of the year tahun 2002.

24. Mesut Ozil (Jerman) (Piala Dunia 2010)

 

Mesut Ozil

Lahir pada 15 Oktober 1988 (1988-10-15) (umur 22). Ozil bermain untuk timnas Jerman dari tahun 2009 hingga sekarang. Ozil telah bermain 21 kali dan mencetak 3 gol untuk timnas Jerman. Ozil sekarang bermain untuk klub Real Madrid. Ozil bermain sebagai gelandang serang atau playmaker. Ozil dijuluki “der neue Diego” – the new Diego, merujuk pada Diego pemain Brazil yang juga sama-sama pernah bermain di Klub Werder Bremen. Ia juga dijuluki “German Messi” karena kemampuan mengolah bola dan skill tinggi yang dimilikinya. Ozil memiliki kecepatan, skill, drible bola yang baik serta visi permainan yang sangat baik. Ozil menjadi pilihan utama Jose Mourinho di klub Real Madrid saat ini.

Ozil memulai debut timnas pada pertandingan melawan Norwegia tanggal 11 Februari 2009. Ozil segera menjadi bintang di timnas Jerman. Ozil juga ikut membawa timnas Jerman U-21 menjuarai U-21 European Championship tahun 2009. Ia dipanggil Joachim Loew ke Piala Dunia 2010. Ozil bersama Sami Khedira dan Thomas Muller menjadi pemain muda yang menghiasi skuad inti timnas Jerman di Piala Dunia 2010. Permainan Ozil selama Piala Dunia 2010 sangat berkesan. Ia mendapatkan nominasi Golden Ball Award sebagai salah satu calon pemain terbaik turnamen Piala Dunia 2010. Ozil bermain 7 kali di Piala Dunia 2010. Ia mencetak 1 gol dan 3 assist. Ozil berhasil membawa Jerman menjadi juara ketiga Piala Dunia 2010. Permainan Ozil selama Piala Dunia sangat dipuji oleh berbagai kalangan.

Ozil memulai debut professional di klub Schalke 04 musim 2006-2007. Pada musim pertama bersama Schalke 04, Ozil bermain 19 kali di Bundesliga pada musim 2006-2007. Tanggal 31 Januari 2008, Werder Bremen membeli Ozil dari Schalke seharga 4,3 juta Euro. Setelah kesuksesan di Piala Dunia 2010, Ozil resmi dibeli Real Madrid tanggal 17 Agustus 2010 seharga 15 juta Euro.

Mesut Ozil dikenal sebagai pemeluk agama Islam yang taat. Ozil biasa membaca doa dan ayat-ayat Al Quran sebelum bermain. Ozil berkata, “I always do that (melafalkan ayat Al Quran) before I go out (on the pitch). I pray and my team-mates know that they cannot talk to me during this brief period.”
Mesut Ozil memenangkan Piala Jerman, DFB-Pokal tahun 2009 bersama Werder Bremen.

23. Xabi Alonso (Spanyol) (Piala Dunia 2006 dan 2010)

 

Xabi Alonso

Lahir pada 25 November 1981 (1981-11-25) (umur 28). Alonso bermain untuk timnas Spanyol dari tahun 2003 hingga sekarang. Ia telah bermain 80 kali dan mencetak 9 gol untuk Spanyol. Xabi Alonso saat ini bermain di klub Real Madrid. Alonso bermain sebagai gelandang tengah. Ia bermain sering bermain sebagai gelandang bertahan. Alonso memiliki visi permainan yang sangat baik. Ia juga merupakan pengumpan yang jitu. Alonso juga dikenal memiliki tendangan jarak jauh yang akurat. Xabi Alonso juga sering dipercaya sebagai eksekutor bola mati baik di klub ataupun timnas Spanyol.

Xabi Alonso memulai debut timnas pada bulan April 2003 dalam sebuah pertandingan persahabatan yang dimenangkan Spanyol 4–0 melawan Ekuador. Alonso juga bermain di turnamen Euro 2004, Euro 2008 serta 2006 World Cup dan 2010 World Cup. Xabi Alonso membantu Spanyol menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Xabi Alonso bermain 10 kali mencetak 1 gol selama keikutsertaannya di Piala Dunia. Piala Dunia 2006, Xabi bermain 3 kali dan mencetak 1 gol ke gawang Ukraina pada babak penyisihan grup. Piala Dunia 2010, Xabi Alonso menjadi pemain inti Timnas Spanyol yang menjadi juara Dunia. Xabi Alonso bermain 7 kali. Ia gagal mengeksekusi penalty ketika berhadapan dengan Paraguay di babak 8 besar. Ia mendapat “tendangan kungfu” dari Nigel de Jong pada pertandingan final Piala Dunia 2010 melawan Belanda. Kerjasama Xabi Alonso, Sergio Busquets dan Xavi Hernandez di lapangan tengah menjadi motor keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010.

Xabi memulai karir di klub Real Sociedad pada musim 1999-2000. Ia sempat dipinjamkan ke klub Eibar pada musim 2000-2001. Ia kembali ke Sociedad. Xabi ditunjuk menjadi Kapten tim. Pada bulan Agustus 2004, Xabi Alonso pindah ke Liverpool dengan harga transfer 10,5 juta Poundsterling. Ia berhasil menjuarai UEFA Champions League bersama Liverpool. Pada awal musim 2009-2010, Real Madrid membeli Alonso dari Liverpool seharga 30 Juta Poundsterling. Xabi menjadi salah satu pilihan utama Jose Mourinho di tim inti Real Madrid saat ini.

Xabi Alonso memenangkan beberapa gelar juara bersama Liverpool dan timnas Spanyol. Ia berhasil membawa Liverpool menjuarai FA Cup tahun 2006; FA Community Shield tahun 2006; UEFA Champions League tahun  2005; European Super Cup tahun 2005. Ia juga membawa Spanyol menjadi juara UEFA European Football Championship tahun 2008 dan FIFA World Cup tahun 2010. Xabi juga mendapatkan penghargaan  Don Balón Award sebagai Spanish Player of the Year  tahun 2003.

22. Franck Ribery (Prancis) (Piala Dunia 2006 dan 2010)

 

Franck Ribery

Lahir pada 7 April 1983(1983-04-07) (umur 27). Ribery bermain untuk timnas Prancis dari tahun 2006 hingga sekarang. Ia telah bermain 48 kali dan mencetak 7 gol untuk timnas Prancis. Ribery saat ini bermain di klub Bayern Munich. Ribery biasa bermain sebagai sayap kiri. Ribery dikenal dengan kecepatan, skill dan umpan yang akurat. Ribery diharapkan dapat menggantikan peran Zinedine Zidane di timnas Prancis. Ribery ketika menjadi pemeluk agama Islam, Ia mengganti namanya menjadi Bilal Yusuf Mohammed.

Ribery memulai debut timnas pada 27 Mei 2006, ketika Prancis menang 1-0 melawan Meksiko dalam pertandingan persahabatan. Penampilan yang gemilang pada pertandingan persahabatan ini membuatnya dibawa ke Piala Dunia 2006. Ribery bermain di Piala Dunia 2006, Euro 2008, dan Piala Dunia 2010. Ribery bermain 10 kali pada pertandingan di Piala Dunia. Ia berhasil mencetak 1 gol dan 2 assist selama keikutsertaannya di Piala Dunia. Piala Dunia 2006, Ribery bermain 7 kali mencetak 1 gol ke gawang Spanyol dan 1 assist ketika melawan Togo. Ia berhasil membawa Prancis menjadi Runner Up Piala Dunia 2006. Penampilan Ribery selama Piala Dunia 2006 cukup baik. Piala Dunia 2010, Ribery bermain 3 kali dan membuat 1 assist. Prancis gagal lolos dari fase penyisihan grup.

Ribery memulai karir professional di klub Boulogne, Prancis pada musim 2000-2001. Ia lalu bermain di klub amatir Alès dan klub amatir Stade Brestois. Ribery lalu pindah ke klub liga utama Prancis, FC Metz pada musim 2004-2005. Ribery juga pernah bermain di klub Galatasaray pada tahun 2005. Ribery lalu pindah ke klub Marseille. Ia bermain di sini selama dua musim, 2005-06 dan 2006-07. Ribery lalu pndah ke Bayern Munich pada 7 Juni 2007. Ia dibeli seharga 25 Juta Euro. Rekor transfer termahal pemain yang dijual oleh Marseille.

Ribery memenangkan beberapa gelar juara bersama klub yang dibelanya dan beberapa penghargaan individual. Ribery bersama Galatasaray menjadi juara Piala Turki, Turkish Cup tahun 2005. Ia juga membawa Bayern Munich menjuarai Bundesliga musim 2007–08, 2009–10; Piala Jerman DFB-Pokal tahun 2008, 2010; dan Piala Liga Jerman DFB-Ligapokal tahun 2007.

Penghargaan Individual yang didapatnya UNFP Young Player of the Year musim 2005–06; Ligue 1 Goal of the Year musim 2005–06; UNFP Player of the Month bulan Agustus 2004, Oktober 2005, November 2005, April 2006; French Player of the Year tahun 2007, 2008; German Footballer of the Year tahun 2008; UEFA Team of the Year tahun 2008.

21. Maxi Rodriguez (Argentina) (Piala Dunia 2006 dan 2010)

 

Maxi Rodriguez

Lahir pada 2 Januari 1981(1981-01-02) (umur 29). Maxi bermain untuk timnas Argentina dari tahun 2003 hingga sekarang. Ia telah bermain 41 kali dan mencetak 12 gol untuk timnas Argentina. Maxi saat ini bermain di klub Liverpool. Maxi dapat bermain sebagai sayap kanan, gelandang menyerang, atau sebagai striker. Maxi dijuluki La Fiera. Maxi dikenal dengan umpan yang akurat dan teknik bermain yang tinggi ala pemain Amerika Latin.

Maxi memulai debut timnas pada 8 Juni 2003 dalam sebuah pertandingan persahabatan melawan Jepang.  Maxi Rodriguez membawa Argentina menjuarai 2001 FIFA World Youth Championship. Ia juga membela Argentina di 2005 FIFA Confederations Cup. Maxi Rodriguez bermain di Piala Dunia 2006 dan Piala Dunia 2010. Ia bermain 10 kali, mencetak 3 gol dan 1 kali terpilih sebagai Man of the Match. Maxi dua kali membawa Argentina mencapai 8 besar sebelum dua kali disingkirkan oleh Jerman. Pada Piala Dunia 2006, Maxi bermain 5 kali mencetak 3 gol dan 1 kali terpilih sebagai Man of the Match. Maxi mencetak 2 gol ke gawang Serbia dan Montenegro di babak penyisihan grup. Ia juga mencetak gol penentuan di babak 16 besar melawan Meksiko, ketika Argentina menang 2-1 di babak perpanjangan waktu. Maxi membawa Argentina hingga babak 8 besar sebelum disingkirkan Jerman. Piala Dunia 2010, Maxi bermain 5 kali. Posisi Maxi lebih sebagai gelandang tengah pada Piala Dunia kali ini. Ia kembali berhasil membawa Argentina lolos ke babak 8 besar. Argentina kembali disingkirkan Jerman, kali ini dengan skor 0-4.

Maxi memulai karir di klub Newell’s Old Boys, Argentina pada musim 1999-2000. Ia sempat dipinjamkan ke Real Oviedo, Spanyol pada tahun 2001. Maxi Rodriguez lalu pindah ke klub Espanyol pada tahun 2002. Ia bertahan di Espanyol hingga musim 2004-2005. Atlético Madrid membeli Maxi seharga 5 juta Euro pada awal musim 2005-2006. Ia bertahan di Atlético Madrid hingga musim 2009-2010. Pada tanggal 13 Januari 2010, Liverpool mendapatkan Maxi Rodriguez secara gratis dari Atletico Madrid.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s