Cerna Gambar dengan Kata-kata

Media Sosial dan Dunia Pekerjaan

Media sosial juga dapat cara bekerja perusahaan. Kurang dari sepuluh tahun yang lalu, tidak ada pekerjaan yang namanya Media Sosial Consultant. Saat ini, Media Sosial Consultant menjadi salah satu bagian penting dari strategi Branding perusahaan. Banyak hal lain yang terkait media sosial yang mempengaruhi pekerjaan dan cara produksi perusahaan.

Saya akan mencoba membahas tentang peranan penting media sosial dalam dunia pekerjaan yang dapat diterapkan oleh perusahaan saat ini. Secara umum, tahap penggunaan Media Sosial dapat digunakan pada tiga tahap produksi di perusahaan, yaitu :

  1. Pra Produksi dan penjualan,
  2. Produksi dan penjualan, dan
  3. Pasca Produksi dan penjualan.

Ketiga tahap ini secara umum berlaku untuk perusahaan yang menghasilkan produk barang jadi ataupun hanya penyedia jasa atau kombinasi produk dan jasa.

Social Media

Social Media

1. Tahap PraProduksi,

 Pada tahap pra Produksi, survey bahan baku, penentuan supplier, perekrutan karyawan, dan lainnya menjadi tahap penting. Penggunaan media sosial yang tepat dapat digunakan untuk pencarian informasi secara hemat, mudah dan cepat. Jika perusahaan telah memiliki akun media sosial sendiri (Twitter, Facebook Page, dll) dapat membuat iklan lowongan yang murah meriah untuk menjaring calon karyawannya melalui sebuah tweet #lowongan atau update status di facebook.

Sebagai contoh : Proses perekrutan Karyawan. Media Sosial dapat digunakan sebagai alat untuk “memata-matai” calon karyawan yang akan dipekerjakan. Beberapa Manajer HRD di Perusahaan besar di Amerika Serikat sering melihat akun LinkedIn, Facebook atau Twitter calon karyawan yang akan mereka rekrut.

Akun LinkedIn memiliki feature endorsed skill, dan recommendation. Seorang calon karyawan yang memiliki koneksi LinkedIn yang luas, memiliki banyak akun yang meng-endorsed skill yang dimiliki atau memiliki rekomendasi dari orang-orang yang penting dibidangnya akan memiliki kredibilitas lebih tinggi dibandingkan calon karyawan yang tidak memiliki banyak koneksi, tanpa endorsed skill ataupun rekomendasi.

Di Indonesia, mungkin LinkedIn belum begitu “booming” atau dipandang penting. Beberapa Manajer HRD masih lebih memilih metode menerima CV via email atau dikirim via Pos. Tapi, saran beberapa manajer HRD perusahaan terkemuka di dunia adalah, jika memiliki dua kandidat yang memiliki CV sama baiknya, ada baiknya melihat akun LinkedIn siapa yang lebih baik.

Selain itu, “melihat” akun twitter atau Facebook calon juga menjadi cara yang efektif untuk melihat karakter calon karyawan atau siapa saja koneksi yang dia miliki. Perusahaan tentunya tidak mau kan memiliki karyawan yang sering “Galau” “Alay” atau memiliki karyawan yang galau dengan akun @aQuHYaNG_C3LaL03_teLcaKiTY menjadi manajer Produksi perusahaan kan ? (kecuali perusahaannya bergerak dibidang jasa penyedia konsultasi Anti Galau).

Perusahaan juga dapat menggunakan Media Sosial untuk menemukan supplier bahan baku yang tepat (untuk perusahaan produksi barang). Saat ini banyak usaha kecil menengah, atau penyedia bahan baku yang mengiklankan diri via Facebook page, Akun Twitter, atau blog. Dengan sedikit usaha, mau searching dan menggunakan teknik searching yang tepat tentunya, perusahaan akan dapat menemukan supplier-supplier “tidak terduga” yang ternyata banyak beredar di media sosial.

Jadi, tahap pra produksi, termasuk proses perekrutan karyawan pun dapat memanfaatkan media sosial.

2. Tahap produksi dan Penjualan.

Media Sosial dan media internet dapat digunakan untuk tahap produksi dan penjualan. Saat ini banyak bermunculan brand yang mampu memanfaatkan media sosial. Beberapa brand lokal dengan baik dapat memanfaatkan jasa media sosial untuk menaikan profit bisnis mereka atau brand awareness produk mereka. Contoh produk yang berhasil menjadi besar berkat media sosial adalah Steak Hotel by Holycow! (@holycowsteak) dan Keripik Maicih (@infomaicih).

Google melakukan sebuah penelitian bekerja sama dengan Millward Brown, perusahaan riset dan marketing yang berbasis di London. Penelitian itu melibatkan 2,700 profesional bisnis di Eropa Barat, mereka diwawancarai mengenai kebiasaan penggunaan Media Sosial mereka di tempat kerja. (www.portalhr.com)

Berdasarkan survey dari Google : Tiga per empat dari manajer senior yang disurvei mengatakan social tools telah mengubah strategi bisnis, dengan sebagian besar dari mereka mengatakan Media Sosial telah membantu meningkatkan produktivitas organisasi dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk mencari informasi.

Media Sosial berperan dalam proses sharing dan mempercepat alur informasi. 81% responden yang bekerja pada bisnis dengan pertumbuhan tinggi (10% atau lebih pada tahun 2011) menggunakan tools Media Sosial untuk mendorong ekspansi bisnis. Selain itu, Media Sosial juga menghilangkan hambatan dalam organisasi dan membuat suasana kolaboratif di tempat kerja. Sekitar 80% responden dari perusahaan dengan pertumbuhan tinggi melaporkan bahwa Media Sosial telah meningkatkan kolaborasi dan knowledge sharing dalam organisasi.

“Semakin banyak cara bagi perusahaan berbagi pengetahuan, maka semakin cepat perusahaan tersebut bisa berinovasi dan menjadi semakin produktif,” kata Marotte. “Secara khusus social tools ini mendorong kolaborasi dengan cara memberi kita pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana orang-orang lain bekerja.” (www.portalhr.com)

“Tools Media Sosial meningkatkan kontribusi dan pengembangan gagasan. Dalam kasus saya sebagai arsitek dan section manager, Media Sosial memungkinkan tim saya melontarkan gagasan dan melakukan brainstorming kapan saja dan di mana saja,” ujar seorang team leader sebuah perusahaan design di Spanyol. (www.portalhr.com)

Media Sosial juga memiliki efek positif terhadap kepuasan kerja dan peningkatan karir. Di antara responden yang “sering” (setidaknya sekali seminggu) menggunakan Media Sosial untuk pekerjaan mereka, 86% melaporkan mereka baru saja mendapatkan promosi belum lama ini dan 72% mengatakan mereka kemungkinan akan dipromosikan, dibandingkan dengan 62% dan 39% secara berturut-turut untuk responden yang tidak menggunakan Media Sosial dalam pekerjaan mereka. (www.portalhr.com)

71% dari manajer senior yang disurvei mengatakan perusahaan yang menggunakan tools Media Sosial akan lebih mudah menarik dan mempertahankan talent terbaik. Di antara responden dengan jabatan senior, 76% mengatakan organisasi yang akrab dengan Media Sosial akan bertumbuh lebih cepat dibanding yang “mengabaikan” teknologi tersebut. Selain itu, 53% manajer senior mengatakan bisnis yang tidak akrab Media Sosial pada akhirnya akan gagal. (www.portalhr.com).

3. Pasca Produksi dan Penjualan

Media Sosial juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan hal-hal seperti memonitor kompetitor atau melihat respon dari konsumen terhadap produk, barang atau jasa yang dijual. Media sosial dapat digunakan untuk menilai bagaimana persepsi konsumen terhadap produk, bintang iklan yang digunakan, program-program promosi dan lainnya. Perusahaan dapat mengetahui apakah kampanye mereka direspon dengan baik atau tidak saat itu juga. Hal ini tentunya sangat penting bagi perusahaan untuk pengambilan keputusan selanjutnya. Strategi apa yang akan diambil berdasarkan temuan yang didapat.

Ke depan, media sosial akan menjadi bagian integral dari tools dalam konteks bauran pemasaran dan proses rekrutmen. Media sosial akan menjadi lebih penting lagi.

Media Sosial adalah media komunikasi, yang bukan hanya dua arah, antara konsumen dan produsen, tetapi multi arah, sebuah komunikasi horizontal yang “acak” antarkonsumen, antarkosumen-produsen. Komunikasi multiarah, yang melibatkan konsumen dengan konsumen nyaris tidak bisa dikendalikan. Hal ini berpotensi merusak brand, atau sebaliknya justru meningkatkan nilai brand. Perusahaan harus dapat menggunakan media sosial dengan bijak dan tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s