Cerna Gambar dengan Kata-kata

Book of Lights – New Beginning

Kembali mimpi itu datang. Ini adalah mimpi ketiga puluh lima yang dialami Claire sejak Ia berulang tahun yang ke-20. Awalnya Ia bermimpi tentang Cahaya yang sangat terang. Diikuti dengan huruf-huruf besar yang berjatuhan menimpanya. Mimpi yang sering Ia alami tentang Burung Elang bercahaya terang yang terbang tinggi di atas jam Big Ben lalu melintasi Tower Bridges dan menjatuhkan sekumpulan huruf besar ke sekumpulan orang yang berkumpul di Trafalgar Square. Claire ada di antara mereka.

Dari mimpi-mimpinya Claire hanya ingat kata-kata REACT, RATE, GREAT, GEAR, CREAT. Sebenarnya ia tidak yakin dengan kata-kata itu, semuanya kabur. Claire hanya tahu, Dia harus ke University of Cambridge menemui Profesor Stephen Hawking. Fisikawan yang selalu muncul di mimpinya.

University of Cambridge

University of Cambridge

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Claire menyusuri jalur pejalan kaki yang bersejarah di King’s Parade, Cambridge. Ia akan bertemu dengan Profesor Stephen Hawking di University of Cambridge. Claire selalu takjub dengan arsitektur gedung-gedung kampus yang telah berdiri sejak tahun 1209 itu.

“Kamu pasti Claire Westwood dari School of Art and Humanities dan Kamu lahir tanggal 8 Januari 1995”, profesor Hawking langsung menyapa. Claire hanya bisa mengangguk.

“Saya tahu Kamu juga mengalami mimpi-mimpi aneh tentang burung bercahaya yang mendatangimu”

“Betul Profesor, bagaimana Anda bisa tahu ?” sahut Claire pelan.

“Jangan takut, Saya dulu juga mengalaminya mimpi yang sama seperti kamu”. Profesor Hawking berkata melalui alat bantu bicaranya.

“Kamu akan tahu jawabannya nanti. Temui Saya nanti malam pukul 8 di Kampus Peterhouse”. Profesor Hawking menutup pertemuan singkat itu.

Ia semakin bingung dan penasaran. “Baiklah Profesor, Saya akan menemui Anda nanti malam”.

Profesor Stephen Hawking

Profesor Stephen Hawking

…………………………………………………………………………………………………………………………………

Claire selalu takut dengan cerita hantu. Gedung Peterhouse Cambridge dikenal angker di malam hari. Cerita tentang Ghost of Peterhouse selalu membuat Claire merinding. Claire mempercepat langkahnya. Ia mulai ragu dengan rencana pertemuan dengan Profesor Hawking malam ini.

Peterhouse Cambridge, Old Court

Peterhouse Cambridge, Old Court

Ia melihat Profesor Hawking di kejauhan ditemani satu orang yang tidak Ia kenali sama sekali.

“Selamat Datang Claire, kami sudah menunggumu”, Profesor Hawking menyambut Claire.

Di belakang Profesor Hawking telah tersedia sebuah tempat tidur besar, sebuah meja kecil dengan sebuah gelas dan buku yang bercahaya di atasnya.

“Silahkan diminum”, ujar pria yang di sebelah kiri Profesor Hawking dengan Aksen Scottishnya yang kental. Pria ini mengenakan pakaian ala abad ke-19. Jenggot tebal di wajah pria ini tidak dapat menutupi senyumnya kepada Claire.

Claire menerima uluran gelas dari Pria berjenggot tadi. Ia terlalu segan untuk bertanya siapa orang itu. Claire mencium aroma Teh Earl Grey dari minuman yang ditawarkan. Ia meminum beberapa teguk dengan sungkan. Rasa Bergamot Orange begitu pekat. Claire agak mengantuk beberapa detik kemudian. Suatu ramuan rahasia telah ditambahkan ke dalam minuman teh tadi.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Claire kembali masuk ke mimpinya. Kali ini ia ditemani Profesor Hawking dan Pria berjenggot tadi. Sekarang ia Ingat. Kali ini mimpinya begitu jelas. Mimpi yang sama tentang burung elang, huruf yang berjatuhan dan sekumpulan orang.

Profesor Hawking di mimpi ini tidak mengenakan Kursi Roda. Ia berdiri normal dan terlihat di usia muda. Pria berjenggot tadi juga terlihat muda. Pria tadi memperkenalkan diri, “Saya John Clerk Maxwell”.

James Clerk Maxwell, Fisikawan Terkenal dari University of Cambridge

James Clerk Maxwell, Fisikawan Terkenal dari University of Cambridge

“Claire kamu harus bisa mengerti maksud huruf-huruf yang dijatuhkan oleh burung itu. Atau kamu akan didatangi mimpi ini seumur hidup kamu”, John Clerk Maxwell berteriak diantara bisingnya suara burung elang yang terbang dan suara huruf besar yang berjatuhan di Trafalgar Square.

Claire tidak mendengarkan teriakan Maxwell dengan jelas. Ia terpaku ke huruf yang berjatuhan. Claire begitu berkonsentrasi. Huruf-huruf tadi mulai jelas. Claire mulai merangkai kata tadi menjadi sebuah kata.

G.R.A.V.I.T.Y C.R.E.A.T.E.S. T.I.M.E. Ia tidak begitu yakin dengan huruf yang dilihatnya. Terutama beberapa huruf terakhir.

Claire terbangun. Ia begitu lelah. Profesor Hawking dan Maxwell menghampiri Claire yang baru terbangun dari mimpinya.

“Apa yang kamu lihat ?” Profesor Hawking bertanya dengan ekspresi datar.

“Saya melihat huruf yang membentuk kata GRAVITY CREATES TIME”, Claire agak ragu.

“Teriakkan kata-kata di mimpi tadi di atas buku ini” Maxwell membawa buku bercahaya yang dari tadi berada di atas meja.

“GRAVITY CREATES TIME !!!” teriak Claire di atas buku tadi berkali-kali. Tidak terjadi apa-apa.

“Pasti ada yang salah”, Maxwell mulai terlihat putus asa. “Ini pasti Anagram”, Hawking menambahkan.

“G.R.A.V.I.T.Y. C.R.E.A.T.E.S. T.I.M.E. Tapi Aku tidak yakin dengan 4 huruf terakhir”, Claire masih bingung dengan apa yang terjadi. Mereka bertiga mulai mengacak-acak kalimat yang mungkin. Namun selalu gagal.

“Tunggu, Huruf M tidak ada di mimpiku. Huruf yang benar bukan M tapi I. Aku pasti salah melihat tiga huruf I sebagai huruf M. III dan M terlihat mirip” Claire terlihat yakin.

“G.R.A.V.I.T.Y. C.R.E.A.T.E.S. T.I.I.M ini huruf yang benar” Claire menulis kembali huruf-huruf di mimpinya. Dalam waktu kurang dari 8 detik, mereka bertiga berhasil memecahkan anagram tadi.

“CREATIVITY IS GREAT !!” , mereka berteriak hampir bersamaan.

Buku bercahaya tadi terbuka. Cahaya begitu terang memancar dari buku tadi.

Claire membuka Book Of Lights (C)dinolefty

Claire membuka Book Of Lights (C)dinolefty

Claire begitu takjub dengan cahaya yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Tubuhnya tiba-tiba terasa begitu ringan. Matanya terbuka antara sadar dan tidak. Ia melihat kilasan-kilasan kejadian di masa lalu yang begitu cepat. Ia bahkan melihat kembali ledakan Big Bang.

“Buku Cahaya atau Book of Lights hanya dimiliki kaum Malmuk. Makhluk yang tercipta dari Cahaya”, Kata Prof. Hawking. “Kamu, Aku dan Profesor Hawking adalah Malmuk” John Clerk Maxwell menambahkan.

“Ketika alam semesta terbentuk. Awalnya ada tujuh kapsul : Material pembentuk, Sifat Baik, Sifat Buruk, Kehidupan (nyawa), Kemampuan berkembang biak, Energi, anti energi ” Hawking mulai menerangkan.

7 kapsul awal alam semesta di dunia Malmuk

7 kapsul awal alam semesta di dunia Malmuk (c)dinolefty

“Dalam kapsul Material terdiri dari 7 kelompok pembentuk utama : Logam, Bebatuan, Kayu (Tumbuhan), Daging dan tulang, Api, Air dan kristal. Ketika Big bang terjadi, semua bagian dari tujuh kapsul utama akan bercampur secara acak. Di Bumi, Materi Logam, Bebatuan, Api, Air dan Kristal tidak dimasuki Nyawa, sedangkan materi Daging dan Tulang serta Tumbuhan dimasuki nyawa sehingga merekalah yang hidup”.

Pembentukan Alam semesta berdasarkan Big Bang 7 kapsul Malmuk (c)dinolefty

Pembentukan Alam semesta berdasarkan Big Bang 7 kapsul Malmuk (c)dinolefty

“Namun, Di planet lain, komposisi kehidupannya berbeda, ada planet di mana Logam, Bebatuan, Api, Air atau Kristal yang dimasuki nyawa sehingga mereka hidup seperti Manusia di Bumi. Sementara Daging dan Tulang serta Tumbuhan tidak dimasuki Nyawa. Daging dan Tulang hanya sebagai materi pendukung di planet itu. Tidakkah itu menarik ?” Maxwell menambahkan.

“Lalu, Malmuk itu apa ?” Claire masih belum paham dengan Malmuk.

“Malmuk justru terbentuk dari materi sampingan yang tidak ada dalam kapsul material pembentuk, namun Malmuk berasal dari energi dalam bentuk Cahaya yang dilepaskan selama Big Bang namun dimasuki nyawa”, Ujar Maxwell sambil mengelus jenggotnya yang panjang.

“Hanya ada 1 Milyar di seluruh Planet di alam semesta. Setiap Malmuk memiliki bentuk yang berbeda. Masing-masing malmuk memiliki buku Cahaya. Kamu akan tahu belakangan kegunaan buku itu untuk apa” Maxwell menerangkan sambil berjalan menjauhi Claire dan Hawking.

Malmuk di seluruh alam semesta dengan berbagai bentuk dan buku yang mereka miliki (c)dinolefty

Malmuk di seluruh alam semesta dengan berbagai bentuk dan buku yang mereka miliki (c)dinolefty

“Pertanyaan terakhir.. Maxwell, Ghost of Peterhouse itu kamu ? Tanya Claire dengan penasaran.

Maxwell tidak menjawab. Ia menghilang menembus tembok Peterhouse yang tebal meninggalkan Claire dengan banyak pertanyaan baru.

Claire Westwood, Salah satu Malmuk di Dunia Manusia

Claire Westwood, Salah satu Malmuk di Dunia Manusia yang akan menjadi pendiri ClaireCorp di masa depan (C)dinolefty

Karakter Game of Thrones yang paling menarik adalah Tyrion Lannister. Ia dibenci Ayahnya sendiri karena dianggap penyebab meninggalnya si Ibu ketika melahirkan Tyrion. Tyrion juga memiliki keterbatasan fisik (Dwarf). Namun, Ia memiliki keberanian dan keteguhan hati dalam menyampaikan pendapatnya mengesampingkan semua keterbatasan fisik dan masa lalu yang tidak bersahabat kepadanya.

Tyrion Lannister

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s