Cerna Gambar dengan Kata-kata

Posts tagged “Lingkungan Hidup

Car Free Day Bandung 2010 di D A G O

Kenangan akan Bandung yang indah dan asri selalu terdengar. Begitu banyak yang merindukannya. Cerita tentang Bandung yang sejuk, kota kembang, warga yang ramah, dan semua cerita indah itu. Ah, begitu banyak cerita dan kenangan indah di kota ini.

Pagi itu, setelah banyak malam yg panjang mempersiapkan segala hal-hal detail. Tidur malam sekitar pukul 1 pagi, bangun lagi pukul sekitar 3.45 . Hari ini, persiapan sudah ditentukan, tim Bandung Menabung Air membagi stand informasi di dua tempat, Taman Cikapayang, acara Car Free Day dan di St.Alosius, acara Dago Walking Day.

Dinolefty akan menempati stand Taman Cikapayang, kebetulan yang diharapkan. Terkenang, betapa saya suka dan sangat-sangat merindukan taman ini, terutama huruf-huruf D A G O. Rasa kantuk dan lelah dikalahkan antusiasme saya akan daya tarik Taman ini dan acara Bandung Menabung Air. Sudah sekitar tiga bulan sejak terakhir kali saya ke taman ini, dan saya kan kembali lagi ke sana hari itu.

Saya berhutang memfoto taman ini dalam formasi terlihat semua huruf D A G O. Hari itu saya berhasil, saya berhasil mendokumentasikannya. :D.. Dan yang lebih penting saya mendapatkannya dalam acara yang sangat penting dan bisa menjadi momentum sejarah Kota Bandung, acara Car Free Day. Menjadi bagian di dalamnya, terlibat dan ikut membantu mengedukasi masyarakat… At least, kita berusaha untuk Bandung yang sama-sama dicintai.

Taman Cikapayang , Car Free Day Bandung 2010

Bonus lain untuk saya hari itu, Taman D A G O sedang bagus-bagusnya. Sedang berbunga… 🙂 Dan tebak apa ? Warnanya mirip SAKURA…. Yaaa.. hari itu saya merasakan di dua tempat sekaligus.. Sebuah Taman Sakura (yang selama ini hanya ada dalam mimpi) dan Taman D A G O.. :)) Menyenangkan dapat beramal, berinteraksi dengan masyarakat, dan itu semua terjadi di hari itu.

Huruf G... 🙂

S A K U R A

Forum Hijau Bandung bersama Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Barat


Rute Uji Coba Bandung Car Free Day, 25 April 2010

Hari tanpa kendaraan atau car free day kembali digelar di Kota Bandung. Rencananya program tersebut berlangsung pada tanggal 9 Mei 2010.

Pelaksanaan car free day ini merupakan kerja bareng Satlantas  Polwiltabes Bandung, Pemkot Bandung dan dinas terkait lainnya. Program tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Kasatlantas Polwiltabes Bandung AKBP Prahoro Tri Wahyono mengatakan, rencananya kegiatan car free day ini akan dilaksanakan setiap hari Minggu.

“Kegiatannya setiap hari Minggu. Pelaksanaannya direncanakan pada Mei mendatang,” jelas Prahoro kepada wartawan, Minggu (18/4/2010).

Menurut Prahoro, waktu kegiatan car free day ini digelar mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. “Antara waktu yang ditentukan itu, nantinya motor dan mobil tidak diperbolehkan melintas di titik jalan berlangsungnya car free day,”  ujarnya.

Prahoro menambahkan, jalan yang digunakan kegiatan tersebut, dapat dimanfaatkan warga Kota Bandung untuk melakukan aktivitas positif. “Warga bebas melaksanakan aktivitasnya di jalan tanpa harus khawatir tertabrak kendaraan,” terang Prahoro

Pengalihan Rute Jalan Bandung Car Free Day, 25 April 2010

Keterangan Pemindahan Jalur Jalan.


Surat Edaran Walikota Bandung, Perihal Bandung Menabung Air 25 April 2010

Surat Edaran Walikota Bandung perihal Kerja Bakti Serentak Warga Kota Bandung, Bandung Menabung Air, 25 April 2010.

Surat Himbauan Walikota Bandung, Perihal Kerja Bakti Serentak, Bandung Menabung Air, 25 April 2010


Bandung Menabung Air di Radio.

Bandung Menabung Air di Radio RRI Pro 2 FM 96.0 FM

Ka - Ki : Avip, Dino, Aqbar, Tri

FHB-ers n KS-ers..


Konferensi Pers – Bandung Menabung Air 2010, 15 April 2010

Foto Konferensi Pers

Muhammad Bijaksana Junerasano, Koordinator Forum Hijau Bandung

Koordinator Bandung Menabung Air dan Sekretaris

Panitia Bandung Menabung Air


Bandung Menabung Air

Sekelompok warga Bandung yang tergabung dalam Forum Hijau Bandung dengan semangat dan niat baik ingin menjadikan Kota Bandung menjadi lebih lestari dan asri. Forum Hijau Bandung, Bapak Wawan Juanda dari Republik of Entertainment, BPLHD Propinsi Jawa Barat, BPLH Kota Bandung pada Rabu, 14 April 2010 mengadakan Rapat Koordinasi dengan Bapak Ayi Vivananda, wakil kota Bandung mewakili pemkot Bandung. Dalam pertemuan semi formal ini, Bapak Ayi Vivananda sangat antusias menyambut aspirasi warga. Keramahan dan kehangatan Ayi Vivananda sebagai sesama warga Bandung membuat rapat sangat berkesan.

Ayi Vivananda menyatakan, “Partisipasi warga seperti dalam kegiatan “Bandung Menabung Air” ini sangat penting dalam mewujudkan konsep Bandung sebagai Kota yang ramah lingkungan, dan Pemerintah Kota Bandung akan menfasilitasi aspirasi masyarakat yang positif”. Ayi Vivananda juga bercerita tentang memori masa lalu beliau ketika Bandung masih sejuk, asri, dan berbunga. Pada kesempatan yang sama beliau juga bercerita tentang visi dan cita-cita Kota Bandung di masa depan.

Ayi Vivananda juga mengajak partisipasi aktif warga, “Pilihan ada pada kita bersama, apa yang kita lakukan hari ini menentukan kondisi Bandung pada masa mendatang; tergantung pilihan dan tindakan kita hari ini” ujar beliau.

Sebuah niat yang baik warga yang seiring dengan kebijakan pemerintah. Mari bersama-sama berbuat untuk Bandung, untuk Bumi yang kita cintai ini.

Kami mengajak warga Kota Bandung untuk ikut serta dalam kegiatan “Bandung Menabung Air” yang akan dilakukan pada 25 April 2010. Tujuan kegiatan ini ialah mengajak segenap warga Kota Bandung untuk bersama-sama menambah sistem resapan air di wilayah kota Bandung, dilakukan dengan cara membuat lubang biopori, sumur resapan, membersihkan saluran drainase yang dilakukan di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari bumi dan dalam rangka mengurangi bencana banjir yang sering terjadi akhir-akhir ini di daerah kota Bandung, serentak akan dilakukan pada hari Minggu, 25 April 2010. Selain kegiatan “Bandung Menabung Air” – Kerja Bakti Serentak Warga Kota Bandung, juga akan dilakukan kegiatan Dago Walking Day dan Bandung Cycle Chic pada hari yang sama. Kegiatan usulan masyarakat ini difasilitasi dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat menghubungi Forum Hijau Bandung, blog ini, atau

Avip: Koordinator Kerja Bakti Serentak | 0815.7304.9944

Sano: Koordinator FHB | 0817.393.559 | forumhijaubandung@gmail.com

Untuk Semua, SELAMAT HARI BUMI..

Persiapan sebelum Rapat

Rapat bersama

Rapat Bersama Ayi Vivananda, Walikota Bandung

Suasana Rapat

Ayi Vivananda memberi masukan

Ki - Ka : Wawan Juanda, Dandan Riza Wardhana dan Ayi Vivananda

Diskusi Rute Dago Walking Day

Ayi Vivananda, Wakil Walikota Bandung

Ayi Vivananda, Wakil Walikota Bandung

Serius menyimak

Foto Bersama

Foto Bersama Ayi Vivananda dan Warga

Ayi Vivananda beramah tamah dengan FHB

Ayi Vivananda, Wakil Walikota Bandung bersama Kepala BPLH Kota Bandung, Dandan Riza Wardhana

Ayi Vivananda at the office

Ayi Vivananda di kantor

Setelah Rapat

(more…)


MODUL SISTEM RESAPAN AIR HUJAN – Lubang Biopori

BIOPORI

Lubang resapan biopori adalah metode resapan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Biopori itu sendiri adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman.

Lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm. Untuk kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, kedalaman lubang tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang resapan kemudian diisi dengan sampah organik. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan biopori.

Tentang Biopori

Prinsip Pembuatan Biopori

Teknis pembuatan Lubang Biopori

Teknis pembuatan Lubang Biopori

Manfaat Lubang Resapan Biopori (LRB) :

  1. Meningkatkan daya resapan air. Sebagai contoh suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diameter 10 cm, yang semula memiliki bidang resapan 78,5 cm2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, akan memiliki luas bidang resapan 3218 cm2 atau 1/3 m2.
  2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar. Sampah organik yang dimasukkan dalam lubang resapan biopori akan diuraikan mikroorganisme tanah menjadi kompos. Kompos dapat dipanen setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berbagai jenis tanaman.
  3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
  4. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
  5. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
  6. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.

Manfaat Biopori

Manfaat Biopori

Sumber: http://www.biopori.com

Kriteria Lahan

Tempat yang dapat dibuat / dipasang lubang biopori resapan air :
1. Pada dasar saluran air hujan di sekitar rumah, kantor, sekolah, dsb.

Pembuatan Lubang Biopori

Sumber: http://www.biopori.com

2. Di sekeliling pohon.

Tempat Pembuatan Lubang Biopori

Tempat Pembuatan Lubang Biopori

Sumber: http://www.biopori.com

3. Pada tanah kosong antar tanaman / batas tanaman.

Tempat Pembuatan Lubang Biopori

Sumber: http://www.biopori.com

Teknis Pembuatan

Bor Type L01

Cara Pembuatan Lubang Biopori Resapan Air :

1. Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.

2. Mulut lubang dapat dikuatkan dengan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada anak kecil atau orang yang terperosok.

3. Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, pangkasan rumput, dsb.

4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.

5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

Biaya Pembuatan

Biaya pembuatan biopori berpusat pada pembuatan lubang. Pembuatan lubang paling mudah dilakukan dengan bor tanah dengan kisaran harga Rp125.000-Rp300.000 yang dapat digunakan oleh puluhan orang dalam waktu lama.

Contoh:

Berikut gambar bor tanah yang disediakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk keperluan pembuatan lubang resapan biopori, dengan nama Bor Type L01 ini dijual dengan harga Rp175.000
Pemesanan (online) dapat dilakukan melalui email ke sekretariat@biopori.com atau SMS ke 0817225172

Sumber:

biopori.com

Brata & Nelistya, 2008

Laila Nurokhmah

Dino Fitriza

Modul ini dibuat dalam rangka Kegiatan Kerja Bakti Serentak – Bandung Menabung AirForum Hijau Bandung